x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Sri Mulyani Pastikan, Tidak Ada Beban Pajak Baru hingga Tahun Depan

Editor :

WARTALENTERA-Sri Mulyani pastikan, tidak ada beban pajak baru hingga tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah tidak akan menambah beban masyarakat dengan pajak baru.

Hingga tahun depan, pihaknya hanya akan memprioritaskan reformasi sistem dan efisiensi anggaran. "Untuk penerimaan pajak Rp2.357,7 triliun itu artinya harus tumbuh 13,5 persen. Itu cukup tinggi dan ambisius,” ungkap Menkeu di Jakarta, dikutip Selasa (19/8/2025).

Ia menyebut, pemerintah akan mengandalkan reformasi internal untuk meningkatkan penerimaan pajak. Upaya itu mencakup optimalisasi pemungutan, perluasan basis pajak, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

APBN 2026 menetapkan proyeksi pendapatan negara mencapai Rp3.147,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target ini didorong oleh peningkatan penerimaan pajak serta optimalisasi penerimaan dari kepabeanan dan cukai, meski PNBP sedikit mengalami penurunan.

Dalam penjelasannya, Menkeu menyampaikan bahwa penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp2.357,7 triliun, yang berarti harus tumbuh sebesar 13,5 persen. Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp334,3 triliun, atau naik 7,7 persen.

Di sisi lain, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mengalami penurunan sebesar 4,7 persen menjadi Rp455 triliun, terutama karena tidak lagi diperolehnya dividen BUMN.

Dalam RAPBN 2026, terdapat delapan prioritas utama. Sektor ketahanan pangan akan diperkuat melalui pencetakan sawah baru, distribusi pupuk bersubsidi, dan pembiayaan murah bagi petani.

Ketahanan energi difokuskan pada percepatan transisi energi bersih seperti surya, hidro, dan panas bumi dengan subsidi yang lebih tepat sasaran. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menargetkan 82,9 juta penerima manfaat yang meliputi siswa, ibu hamil, dan balita.

Di bidang pendidikan, pemerintah mengalokasikan Rp757,8 triliun atau 20 persen APBN untuk peningkatan kualitas guru dan pengembangan vokasi. Pada sektor kesehatan, fokus diarahkan pada perluasan akses JKN, revitalisasi rumah sakit, serta percepatan penurunan stunting.

Untuk pembangunan desa, pemerintah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih dengan pendanaan murah melalui Bank Himbara. Adapun di bidang pertahanan, pemerintah menargetkan modernisasi alutsista dan penguatan industri strategis nasional.

Sementara dalam sektor investasi dan perdagangan, peran Danantara akan ditingkatkan guna memperkuat investasi produktif serta penyediaan 770 ribu unit rumah terjangkau. (sic)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.