x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Presiden Palestina Bentuk Komite Perancang Konstitusi Sementara

Editor :

WARTALENTERA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (18/8/2025) resmi mengeluarkan dekrit pembentukan komite khusus yang bertugas merancang konstitusi sementara. Langkah ini dipandang sebagai fase transisi dari Otoritas Palestina menuju pembentukan negara Palestina penuh.

Persiapan Pemilu dan Konferensi Perdamaian

Dekrit tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pemilihan umum Palestina serta konferensi perdamaian internasional yang dijadwalkan berlangsung pada September. Komite yang dibentuk akan menjadi rujukan hukum dalam menyusun konstitusi sementara yang selaras dengan Deklarasi Kemerdekaan 1988, hukum internasional, resolusi PBB, konvensi hak asasi manusia, serta perjanjian internasional lainnya.

Komposisi dan Tugas Komite

Presiden Abbas menunjuk 17 anggota dalam komite tersebut, dipimpin oleh penasihat hukum Palestina, Mohammad al-Haj Qassem. Anggota yang ditunjuk berasal dari kalangan ahli politik, hukum, dan sosial, dengan memperhatikan representasi masyarakat sipil serta kesetaraan gender.

Selain itu, komite juga akan membentuk sub-komite teknis untuk menangani bidang-bidang khusus. Sebuah platform daring akan disediakan agar publik dapat memberikan masukan dalam proses penyusunan.

Konstitusi sementara nantinya akan menjadi dasar sistem pemerintahan demokratis yang menegakkan supremasi hukum, pemisahan kekuasaan, perlindungan hak asasi manusia, serta pergantian kekuasaan secara damai.

Konteks Politik Internasional

Dekrit ini hadir di tengah meningkatnya upaya internasional untuk mendorong gencatan senjata di Gaza, setelah dua tahun konflik brutal dengan Israel. Majelis Umum PBB dijadwalkan bersidang pada September, dengan beberapa negara, termasuk Prancis, Inggris, Australia, dan Kanada, memberi sinyal rencana pengakuan terhadap negara Palestina.

Sebelumnya, Prancis bersama 14 negara Barat telah mengeluarkan seruan bersama untuk mengakui Palestina dan mendukung tercapainya gencatan senjata di Gaza.

Saat ini, Otoritas Palestina masih mengacu pada Undang-Undang Dasar yang menetapkan sistem demokratis dan multipartai. Sesuai Pasal 115, undang-undang tersebut tetap berlaku selama masa transisi hingga konstitusi baru disahkan. (kom)

Berita Terbaru
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.