x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Alami DOMS usai Berolahraga, Begini Cara Mengatasinya!

Editor :

WARTALENTERA - Kondisi DOMS adalah hal yang lumrah terjadi pada seseorang usai berolahraga, terutama saat mencoba gerakan baru atau meningkatkan intensitas latihan. Apa itu DOMS dan bagaimana cara mengatasinya?

Melansir Halodoc, Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS, yaitu rasa nyeri yang biasanya muncul 12-24 jam setelah aktivitas fisik dan bisa berlangsung hingga beberapa hari.

Meski terasa mengganggu, ini adalah hal yang normal, terutama bagi mereka yang sedang meningkatkan kebugaran tubuh.

DOMS terjadi karena adanya mikrotrauma atau robekan kecil pada serat otot akibat aktivitas fisik yang belum terbiasa dilakukan. Namun, jangan khawatir, kondisi ini sebenarnya adalah tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi untuk menjadi lebih kuat.

Kenali penyebabnya

DOMS atau nyeri otot tertunda sering muncul setelah olahraga intens, terutama jika melibatkan gerakan yang belum terbiasa dilakukan.

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan DOMS:

1. Robekan Mikro pada Serat OtotOlahraga dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot. Tubuh merespons kerusakan ini dengan meningkatkan peradangan, yang kemudian memicu rasa nyeri otot yang muncul secara tertunda.

2. Latihan dengan Intensitas TinggiHampir semua jenis olahraga intensitas tinggi dapat menyebabkan DOMS, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas tersebut atau terjadi peningkatan intensitas secara mendadak.

3. Gerakan Eksentrik saat LatihanSalah satu penyebab utamanya adalah latihan eksentrik, yaitu gerakan yang membuat otot menegang sekaligus memanjang.

Gerakan tersebut dapat memberikan tekanan tambahan pada serat otot. Contohnya gerakan menurunkan beban secara terkendali, seperti saat meluruskan lengan setelah biceps curl.

Selain itu, gerakan eksentrik juga meliputi kontraksi otot paha depan (quadriceps) saat menahan tubuh ketika berlari menuruni bukit.

Gerakan-gerakan ini memberikan beban unik pada otot yang dapat memicu rasa nyeri, terutama jika dilakukan tanpa pemanasan yang cukup atau pada intensitas yang terlalu tinggi.

Lalu, apa saja gejalanya?

Berikut adalah beberapa gejala yang sering dialami:

1. Rasa nyeri yang terlokalisasi pada otot yang baru dilatih2. Otot menjadi kaku dan sulit digerakkan, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan besar3. Otot bisa sedikit bengkak dan terasa lebih tegang4. Gerakan terasa terbatas atau kurang luwes5. Terdapat sensasi terbakar atau berat pada otot ketika digerakkan setelah latihan.

Gejala-gejala tersebut adalah bagian dari proses pemulihan dan adaptasi otot. Jadi, meskipun tidak nyaman, mereka biasanya akan mereda dalam beberapa hari.

Cara mengatasi

Meskipun DOMS dapat sembuh dengan sendirinya, ada beberapa langkah yang bisa kamu coba untuk mengurangi rasa nyeri dan kekakuan sambil menunggu ototmu pulih.

1. Beri PijatanSebuah penelitian pada 2017 menemukan bahwa orang yang menerima pijat 24, 48, atau 72 jam setelah latihan intens terbukti menurunkan rasa nyeri dibandingkan mereka yang tidak dipijat.

Anda bisa lakukan pijat mandiri pada bagian tubuh seperti betis, paha, bokong, lengan, dan bahu untuk menurunkan nyeri otot.

Gunakan minyak atau lotion, kemudian urut dengan lembut, pijat, dan goyangkan otot dengan hati-hati.

2. Gunakan Foam RollerMenggunakan foam roller setelah latihan bisa membantu mencegah kondisi lebih parah. Gerakkan roller secara perlahan di area otot yang terasa nyeri untuk membantu melancarkan peredaran darah dan meredakan ketegangan.

3. Mandi DinginMenurut sebuah tinjauan studi pada 2016, berendam tubuh penuh dalam air dingin dengan suhu 10–15 derajat celcius selama 10 hingga 15 menit dapat mengurangi tingkat keparahan DOMS. Ini merupakan cara populer yang sering digunakan oleh atlet profesional untuk mengurangi rasa nyeri otot.

4. Mandi HangatJika mandi dingin terasa terlalu ekstrem untukmu, cobalah untuk berendam dalam air hangat. Mandi air hangat atau menggunakan kompres panas bisa membantu meredakan rasa sakit dan kekakuan pada otot.

5. Konsumsi Obat Penghilang NyeriObat penghilang nyeri seperti parasetamol, ibuprofen, dan naproxen bisa meredakan rasa sakit akibat DOMS.

Parasetamol berfungsi mengurangi nyeri, namun tidak mengatasi peradangan. Sementara ibuprofen dan naproxen dapat menurunkan peradangan.

Meskipun efektif untuk menyembuhkan nyeri dengan sementara, obat ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati. Sebab, penggunaan jangka panjang bisa berisiko bagi lambung atau ginjal. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 05:10 WIB

Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027

Pemerintah mulai memastikan kesiapan angkutan natal 2026 dan tahun baru (nataru) 2027.
Selasa, 03 Nov 2026 08:32 WIB

Dicibir Warganet Pakai Implan Payudara, Ini Jawaban Elegan Agnez Mo

Dicibir warganet pakai implan payudara, Agnez Mo jawab secara elegan.
Selasa, 03 Nov 2026 05:54 WIB

Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Pemerintah menjaga jalan tetap fungsional meskipun rawan longsor di Ruas Tapan-Batas Jambi.
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.