x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 800 Jiwa, Lebih dari 1.300 Orang Terluka

WARTALENTERA-Korban tewas gempa Afghanistan tembus 800 jiwa, lebih dari 1.300 lainnya terluka. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah timur Afghanistan, dekat perbatasan dengan Pakistan, meninggalkan duka yang mendalam.

Melansir UPI, Selasa (2/9/2025), kelompok Taliban memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan terus bertambah, karena tim penyelamat kesulitan menjangkau daerah terpencil di kawasan pegunungan. Gempa tersebut terjadi pada pukul 23.47 waktu setempat, Minggu (31/8/2025) malam, di dekat Jalalabad.

Sebuah kota berpenduduk sekitar 270.000 orang yang terletak 120 kilometer di sebelah timur Kabul, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Episentrum berada di kedalaman 8 kilometer, sekitar 27 kilometer sebelah barat Jalalabad, dekat perbatasan dengan Pakistan, dan 43 kilometer di selatan Markaz-e Woluswali-ye Achin.

Kedalaman yang dangkal membuat gempa ini lebih merusak dibanding gempa yang lebih dalam. "Butuh waktu untuk mendapatkan informasi pasti mengenai jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur," kata Sharafat Zaman, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan di bawah Taliban, melansir NBC News.

Ia menambahkan, operasi penyelamatan berskala besar telah diluncurkan dengan ratusan orang dikerahkan untuk membantu warga di wilayah terdampak. Zaman juga mendesak bantuan internasional.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, yang tengah menghadiri sebuah konferensi di Tiongkok, mengatakan lewat unggahan di X bahwa tim PBB telah "dikerahkan" dan "akan berupaya sekuat tenaga untuk membantu mereka yang membutuhkan di wilayah terdampak."

Badan-badan PBB, termasuk UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), telah menyalurkan bantuan darurat.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) juga turut mendukung respons kemanusiaan. "Satu staf IFRC saat ini sedang menuju lokasi bersama tim ECHO untuk menilai kebutuhan di lapangan," demikian pernyataan organisasi tersebut.

"Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan telah mengerahkan tim darurat untuk membantu warga terdampak, menyalurkan bantuan segera, serta melakukan penilaian udara dan lapangan. Ambulans juga dikerahkan untuk membawa korban luka ke fasilitas medis yang sudah kewalahan."

Organisasi itu menambahkan, kebutuhan mendesak mencakup dukungan pencarian dan penyelamatan, layanan kesehatan darurat, makanan dan air bersih, serta pemulihan akses jalan. Zaman menyebut di X bahwa beberapa desa telah "hancur total."

Daerah yang paling parah terdampak adalah Nurgal, meski angka pasti korban di sana belum diumumkan. Sebagian besar bangunan di kawasan ini berkualitas rendah, terbuat dari batu bata lumpur dan kayu.

Banyak korban luka diterbangkan ke Rumah Sakit Regional Nangarhar, pusat medis utama provinsi tersebut. Seorang dokter mengatakan kepada BBC bahwa 460 korban dibawa ke rumah sakit ini, dengan 250 orang harus dirawat inap. Dokter lain menuturkan bahwa sumber daya medis sangat terbatas. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu