x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Dua Gempa Susulan di Afghanistan, Korban Jiwa Diprediksi Bertambah

Editor :

WARTALENTERA-Dua gempa susulan di Afghanistan, korban jiwa diprediksi bertambah. Gempa kembali mengguncang timur Afghanistan dalam rentang waktu 12 jam.

Gempa-gempa ini dikhawatirkan menimbulkan lebih banyak korban jiwa setelah gempa sebelumnya menewaskan 2.200 orang. Lokasi gempa di daerah pegunungan yang curam dan cuaca yang buruk mempersulit upaya penyelamatan.

Penyintas juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. PBB dan lembaga-lembaga bantuan memperingatkan warga terdampak gempa akan segera kehabisan makanan, obat-obatan dan kehilangan tempat penampungan sementara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mencari USD4 juta untuk membantu mereka. Afghanistan sudah ambruk didera perang, kemiskinan, dan kekurangan bantuan.

Pemerintah Taliban yang berkuasa memperkirakan dua gempa sebelum gempa susulan sudah menewaskan 2.205 orang dan melukai 3.640. melansir Anadolu, Sabtu (6/9/2025), juru bicara bidang kesehatan setempat Naqibullah Rahimi mengatakan, ambulans membawa 13 orang terluka setelah gempa 6,2 magnitudo mengguncang Provinsi Nangahar, Kamis (4/9/2025) malam.

Episentrum gempa berada di distrik Shiwa dekat perbatasan Pakistan. Saksi mata mengatakan rincian kerusakan masih didalami setelah gempa terus mengguncang Nangarhar dan ibukota provinsinya Jalalabad yang berjarak 150 kilometer dari Kabul.

Pusat Penelitian Geosains Jerman mengatakan, gempa 5,4 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer juga mengguncang daerah tetangga pada Jumat kemarin. Sebagian besar warga memilih tetap tinggal di luar ruangan karena sebagian besar rumah dibangun dengan batu bata kering, batu, dan kayu.

Khawatir gempa susulan, warga distrik Nurgal di Kunar meninggalkan rumah mereka untuk tinggal di tenda-tenda, di dataran tinggi di sekitarnya dekat sungai, atau di tempat terbuka. Gempa bumi pertama yang berkekuatan 6 magnitudo mengguncang, tepat sebelum tengah malam pada Minggu (31/8/2025).

Gempa ini merupakan salah satu gempa paling mematikan di Afghanistan, yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran di provinsi Nangarhar dan Kunar. Gempa kedua berkekuatan 5,5 magnitudo pada Selasa (2/9/2025) menyebabkan kepanikan dan mengganggu upaya penyelamatan karena menyebabkan batu-batu meluncur menuruni gunung dan memutus jalan menuju desa-desa di daerah terpencil.

Dua gempa pertama meratakan desa-desa di kedua provinsi dan menghancurkan lebih dari 6.700 rumah. Gempa bumi Afghanistan sebagian besar terjadi di pegunungan Hindu Kush, tempat bertemunya lempeng tektonik India dan Eurasia. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.