x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Polisi Telusuri Rekaman CCTV Kasus Penemuan Bayi di Waduk Cilangkap

WARTALENTERA – Polisi masih menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) dengan radius 100 hingga 200 meter untuk menyelidiki kasus penemuan jasad bayi di Waduk Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

"Kami masih lidik di sekitaran radius dari 100 sampai 200 meter terkait penemuan jasad bayi di Waduk Cilangkap," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Langkah ini dilakukan karena di titik penemuan jasad bayi laki-laki di aliran waduk tersebut pada Minggu (14/9) tidak terdapat kamera pengawas. Selain itu, Unit Reskrim Polsek Cipayung juga telah memeriksa tiga orang saksi yang mengetahui penemuan jasad bayi tersebut. "Sampai sekarang sudah ada tiga saksi yang kita periksa. Mereka saksi yang berada di lokasi saat jasad ditemukan," ujar Edi.

Sebelumnya, sesosok jasad bayi ditemukan di aliran Waduk Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (14/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Slamet, mengatakan penemuan berawal saat dirinya bersama rekan-rekannya sedang membersihkan sampah di lokasi.

"Pas sama teman-teman lagi mengangkat sampah yang dasar waduk itu ternyata di antara rumput ada jasad bayi, jenis kelaminnya laki-laki," kata Slamet di Jakarta Timur, Minggu (14/9/2025).

Bayi tersebut diduga sengaja dibuang orang tuanya beberapa saat setelah dilahirkan. Hal ini terlihat dari masih adanya tali pusar pada jasad bayi laki-laki itu. "Kalau luka sepengetahuan saya, tidak ada luka di jasadnya. Tadi begitu dapat temuan kita langsung lapor ke warga sekitar, lalu dari warga menghubungi polisi," ujar Slamet.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Cipayung dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.(kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu