x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Dana Jumbo Purbaya ke Himbara Buka Celah Korupsi, KPK Awasi Ketat

WARTALENTERA-Dana jumbo Purbaya ke Himbara buka celah korupsi, KPK awasi ketat. Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengawasi secara ketat kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang memberikan likuiditas sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara.

Pasalnya, pengelolaan dana sebesar itu bisa membuka peluang korupsi dan berpotensi terjadi penyalahgunaan wewenang. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, perlu ada kewaspadaan tinggi dalam pengelolaan dana jumbo tersebut.

Menurutnya, kasus korupsi yang terjadi di sektor perbankan, terutama bank pemerintah, termasuk daerah kian masif. "Tetapi sisi negatifnya, ada potensi tindak pidana korupsi seperti yang terjadi di Bank Perkreditan Rakyat Bank Jepara Artha,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Jumat (19/9/2025).

Ia menjelaskan, kasus BPR Jepara Artha yang tengah diusut KPK harus dijadikan alarm bersama. Para pemangku kepentingan, harapnya, tidak menyalahgunakan dana stimulus yang sejatinya ditujukan untuk kepentingan rakyat.

”Jadi adanya stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah dengan menggelontorkan Rp200 triliun itu menjadi sebuah tantangan bagi kami di KPK untuk melakukan pengawasan," ucapnya serius. Lebih lanjut, Asep mengatakan KPK akan menggerakkan kedeputian pencegahan untuk mengawasi peredaran dana tersebut.

Pengawasan ini penting agar penyaluran dana benar-benar sampai ke sektor produktif sesuai target. ”Tentu (harapannya) stimulus akan menjadikan perekonomian mikro kita menjadi bergairah dan bank-bank Himbara ini bisa memberi kredit kepada masyarakat sehingga perekonomian kita bisa berjalan," tegasnya.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana ini ditargetkan mulai terserap ke sektor riil paling lambat sebulan setelah penempatan.

Menkeu Purbaya mengatakan skema stimulus ini mirip dengan langkah saat pandemi Covid-19, ketika penempatan dana pemerintah di sistem perbankan terbukti mempercepat pemulihan kredit. Purbaya berharap strategi ini mampu kembali mendongkrak daya dorong perekonomian nasional. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu