x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pidato Prabowo di PBB Dinilai Hidupkan Kembali Politik Bebas Aktif Indonesia

Editor :

WARTALENTERA – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB menjadi momentum penting kembalinya politik luar negeri bebas aktif dan nonblok Indonesia di panggung global.

Nurul mengatakan pidato Prabowo yang berlangsung sekitar 19 menit itu kuat secara substansi sekaligus mengingatkan publik pada pidato Presiden Soekarno di forum internasional. Menurutnya, gaya penyampaian yang tegas dan ekspresif membuat Indonesia kembali diperhitungkan dunia.

“Judulnya hadirnya Prabowo di PBB, betul banget buat saya ini pidato the best ever untuk Indonesia, sangat powerful speech,” ungkap Nurul dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan sikap politik bebas aktif Indonesia terlihat jelas dalam pernyataan Presiden mengenai penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara. Narasi tersebut sejalan dengan amanat konstitusi yang menolak penjajahan serta mendukung perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Nurul menilai politik merangkul yang disampaikan Prabowo, tanpa menganjurkan kekerasan, mencerminkan sikap negarawan yang sejalan dengan prinsip nonblok serta nilai universal bangsa Indonesia.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai pidato Prabowo menghidupkan kembali warisan Presiden Soekarno dan Sutan Sjahrir yang menekankan bahwa nasionalisme Indonesia harus berjalan bersama internasionalisme.

“Prabowo mengambil momentum sebagai pemimpin dengan dasar moral, tepat di tengah krisis global. Diplomasi non-blok kembali menjadi nafas politik luar negeri Indonesia,” kata Efriza.

Pidato Presiden Prabowo juga menuai apresiasi dunia, mulai dari standing applause para pemimpin dan delegasi hingga pujian Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pidato tersebut sebagai capaian besar.

Menurut Efriza, momentum itu memperlihatkan Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pengikut, tetapi tampil sebagai aktor global dengan gagasan konstruktif untuk menjaga perdamaian dunia.

Meski demikian, Efriza mengingatkan tantangan Indonesia ada pada konsistensi tindak lanjut agar narasi besar tidak berhenti pada retorika. Implementasi di level kebijakan domestik dan diplomasi lanjutan perlu segera ditunjukkan.

Keduanya mengajak publik tetap optimistis karena penghormatan internasional yang diterima Indonesia saat ini harus dijaga bersama melalui politik luar negeri yang konsisten dan inklusif. (kom)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.