x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Hindari Depresi Pada Remaja, Orangtua Selektif Pilih Teman Anak

Editor :

WARTALENTERA - Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi mengatakan dukungan dari lingkungan diperlukan dalam masa pencarian jati diri pada remaja yang sedang di masa peralihan ke dewasa. Depresi pada remaja dapat membuat mereka bertindak irrasional.

“Saat seperti ini sedang meraba-raba, maka mereka mengalami masalah dalam hal untuk beradaptasinya juga, ada banyak masalah yang harus diselesaikan oleh remaja juga untuk merasa jiwanya atau dirinya menjadi lebih oke,” kata Profesor yang akrab disapa Romi itu.

Romi mengatakan pada masa ini, remaja mengalami masa sulit dalam hal perkembangan kognitifnya yang terkadang tidak berimbang dengan pertumbuhan fisiknya. Itu menyebabkan remaja bisa mengalami kecemasan dalam beradaptasi pada masa peralihan menjadi dewasa.

Maka itu remaja perlu menyelesaikan tugas perkembangannya dengan berkumpul bersama orang-orang tertentu untuk menentukan kemana arah identitasnya dan menyelesaikan masalah adaptasi.

“Pada waktu ini perlu tanggung jawab menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya untuk mencari teman berkumpul, mencari kemungkinan-kemungkinan untuk bisa mengidentitaskan dirinya apa, makanya dia kadang-kadang menggunakan identitas dari kelompok musik dan sebagainya,” kata Romi.

Terkait kasus pembunuhan oleh remaja kepada ayah dan neneknya, Romi mengatakan remaja juga bisa saja mengalami halusinasi karena kesalahan persepsi yang dia terima dari lingkungan sehingga menyebabkan remaja melakukan tindakan tidak rasional.

Kejadian itu juga bisa karena ada dampak dari stres yang dialami remaja karena masalah adaptasi atau mencemaskan sesuatu yang tidak bisa dibagikan ke orang lain termasuk keluarganya.

“Halusinasi juga terjadi kalau misalnya anak demam tinggi, atau kalau halusinasi itu misalnya karena ada stres yang berdampak kepada depresi, ada sesuatu yang dia rasakan atau cemaskan misalnya, kan kita enggak pernah tahu,” katanya.

Namun dia mengatakan perasaan cemas yang berujung tindakan negatif belum tentu terjadi pada setiap remaja, namun karena perkembangan kognitifnya yang masih di masa antara anak-anak dan menuju dewasa. (vit)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.