x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Titik Terkontaminasi Radioaktif Cesium-137 di Cikande Berkurang Drastis

Editor :

WARTALENTERA - Perkembangan signifikan dicatat dalam penanganan kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 mengumumkan bahwa proses dekontaminasi di sejumlah titik telah tuntas, dengan 20 dari 22 pabrik yang sebelumnya terkontaminasi kini telah dinyatakan "clear and clean" atau aman.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq pada Sabtu (18/10/2025) menyatakan bahwa secara keseluruhan, 22 fasilitas yang tercemar radioaktif di Cikande telah selesai didekontaminasi. Selain pabrik, dua dari 13 area terkontaminasi yang terdiri atas lapak besi dan junkyard juga telah dibersihkan dan plang peringatan di area tersebut telah dicopot.

Namun, proses dekontaminasi masih berlanjut di tujuh titik sisanya, yang ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.

Di sisi lain, perkembangan juga datang dari sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa sembilan pekerja di kawasan industri Cikande dipastikan terpapar radionuklida Cesium-137.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan, kesembilan pekerja tersebut kini berada dalam kondisi baik dan tidak bergejala, serta sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka diberi obat penawar khusus prussian blue untuk membantu meluruhkan zat radioaktif Cs-137 dari dalam tubuh.

Relokasi warga zona merah diproses

Terkait barang-barang yang terpapar Cesium-137, Satgas menyatakan bahwa barang dari pabrik yang terkontaminasi akan dimusnahkan demi keselamatan masyarakat. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga masih melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada barang pribadi milik warga yang terpapar yang tersisa di area.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah masih memproses relokasi untuk warga yang tinggal di zona merah paparan radioaktif. Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) disarankan untuk direlokasi sementara karena berada di zona merah radioaktif Cesium-137, berdasarkan zonasi yang dibuat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara itu, proses hukum terkait sumber cemaran radioaktif, yang diduga berasal dari kelalaian perusahaan peleburan logam PT Metal Technology (PMT), terus berlanjut di Bareskrim Polri. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.