x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

KPK Diminta Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Whoosh

Editor :

WARTALENTERA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta proaktif menyelidiki dugaan mark up atau penggelembungan anggaran dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh.

Menurut Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM (Pukat UGM) Zaenur Rohman, meski dugaan mark up dalam kasus tersebut masih informasi awal, KPK tetap perlu menindaklanjutinya dengan mengumpulkan informasi lain dan kemudian melakukan telaah.

"Nah, KPK, Kepolisian, atau Kejaksaan bisa menindaklanjutinya dengan mengumpulkan informasi lain untuk kemudian dilakukan telaah," kata Zaenur, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, KPK bisa memanggil para pihak untuk dimintai keterangan, bahkan melakukan investigasi dengan melihat dokumen pengadaan proyek. Zaenur menyebut KPK wajib menelaah setiap informasi sekecil apapun dari masyarakat terkait dugaan kasus korupsi untuk memastikan kebenarannya.

"Aparat penegak hukum itu betul bisa menerima laporan, tapi juga bisa proaktif. Mereka juga bisa mengumpulkan bahan keterangan. Jadi prinsip dasarnya aparat harus mengumpulkan segala sumber informasi untuk dapat mendeteksi, mengetahui dugaan tindak pidana," ucapnya.

Senada, Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo meminta KPK proaktif soal informasi awal dugaan mark up dalam proyek Whoosh. Menurutnya, aparat penegak hukum bisa mendalami setiap pekerjaan negara yang patut diduga menimbulkan kerugian negara.

"Penegak hukum tidak boleh pasif, justru harus aktif. Bilamana itu sudah menjadi kuat dugaan ya, justru penegak hukum tidak boleh menunggu laporan saja. Kalau menunggu laporan tidak ada kasus yang diungkap," kata Lallo, Selasa (21/10/2025).

KPK sebelumnya meminta Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

"Terima kasih informasi awalnya, dan jika memang Prof Mahfud ada data yang nanti bisa menjadi pengayaan bagi KPK, maka kami akan sangat terbuka untuk kemudian mempelajari dan menganalisisnya," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Mahfud mengaku bingung dengan respons KPK. Sebab, kata Mahfud, dalam hukum pidana, lembaga penegak hukum bisa langsung melakukan penyelidikan tanpa menunggu laporan.

"Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor tentang dugaan mark up Whoosh. Di dalam hukum pidana, jika ada informasi tentang dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan," ujarnya.

Dugaan isu mark up dalam proyek Whoosh semula disampaikan Mahfud dalam siniarnya pada 14 Oktober 2025.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," katanya.

Ia melanjutkan, "Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah, itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini."

Mahfud belakangan lewat twitnya di X menyatakan bahwa info yang ia sampaikan dalam podcast-nya itu merujuk pada siaran NusantaraTV dalam rubrik 'Prime Dialog' edisi 13 Oktober 2025 dengan narasumber Agus Pambagyo dan Antony Budiawan. (inx)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.