x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Ancaman Bahlil pada SPBU Swasta Keluar dari Indonesia, Dinilai Tidak Tepat

Editor :

WARTALENTERA - Ancaman Bahlil Lahadalia pada SPBU swasta, dinilai tidak tepat. Sebaliknya, ancaman Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu bisa menjadi backfire bagi Indonesia karena memperburuk iklim investasi.

Ya, Bahlil mengancam SPBU swasta untuk mengikuti aturan atau keluar dari Indonesia. Ancaman Bahlil tersebut disampaikan setelah kesepakatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) antara Pertamina dan SPBU swasta tidak kunjung disepakati.

Menurut Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Rhadi, dalam kondisi sekarang, sangat tidak tepat SPBU swasta harus diancam untuk keluar dari Indonesia kalau tidak bersedia membeli BBM dari Pertamina.

"Tanpa diancam saja, beberapa SPBU swasta, Total dan Petronas, sudah hengkang dari Indonesia," kata Fahmy dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025) malam.

Jika seluruh SPBU swasta keluar dari Indonesia gara-gara ancaman Bahlil tersebut, lanjut Fahmy, dampaknya akan semakin memperburuk iklim investasi Indonesia, tidak hanya di sektor migas, tetapi juga sektor usaha lainnya.

Seperti diberitakan, saat terjadi kelangkaan BBM di SPBU swasta, Bahlil memberikan opsi bagi mereka untuk membeli BBM dari Pertamina berdasarkan kebijakan impor satu pintu. Namun, seluruh SPBU swasta tampak enggan membeli BBM dari Pertamina dengan alasan base fuel mengandung campuran 3,5 persen etanol.

Masalah base fuel ini dianggap sebagai alasan yang "dicari-cari" mengingat beberapa beberapa SPBU swasta menjual BBM campuran 10 persen etanol di USA dan Eropa. Dengan demikian, tidak seharusnya ada penolakan pembelian BBM dari Pertamina.

Fahmy mengingatkan, sebagai business entity, Pertamina tentunya mengambil margin dalam penjualan BBM ke SPBU swasta. Hal ini otomatis akan menambah harga pokok penjualan (HPP) BBM swasta menjadi semakin mahal jika membeli BBM dari Pertamina.

"Dengan makin tinggi HPP, akan semakin sulit bagi SPBU swasta untuk mendapatkan margin yang layak dan untuk bisa bersaing dengan SPBU Pertamina," ujarnya.

Karena itu, alih-alih mengancam, Fahmy menyarankan dua solusi. Pertama, mengembalikan kebijakan periode impor 6 bulan menjadi satu tahun kembali, sehingga cukup waktu bagi SPBU swasta untuk impor BBM tanpa terjadi kelangkaan.

Lalu, yang kedua, batalkan kebijakan impor BBM satu pintu, yang sesungguhnya ditolak oleh SPBU swasta. "Karena hal tersebut mengarah pada monopoli Pertamina dalam pengadaan BBM untuk SPBU. (inx)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.