x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tegas, Bangunan di Pinggir Sungai Jabodetabek Segera Digusur

WARTALENTERA-Tegas, bangunan di pinggir sungai Jabodetabek segera digusur. Penataan itu ditargetkan bisa selesai sebelum Januari 2026 yang diprediksi sebagai periode rawan banjir.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, keberadaan bangunan-bangunan di sempadan sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut muncul didukung dengan penerbitan sertifikat tanah di kawasan itu, yang mana seharusnya tidak diperbolehkan.

Karena itu, dia bersama Kementerian PU akan melakukan audit tata ruang hingga bangunan di kawasan terkait. "Dalam waktu dekat ini, kami target sebelum Januari-Februari (2026) karena biasanya banjir itu terjadi pada Januari-Februari di kawasan Jabodetabek, kami akan melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti pascabanjir. Apa itu? Audit tata ruang, sertifikat dan bangunan yang ada di sepanjang sempadan sungai," janjinya, dikutip Kamis (30/10/2025).

Proses audit akan diutamakan pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi besar terjadinya banjir. Beberapa sungai yang menjadi langganan banjir di Jabodetabek yakni, Sungai Ciliwung, Cisadane, Cikeas dan Citarum.

"Sehingga nanti kami bisa melakukan mitigasi banjir jauh-jauh hari. Ini mumpung banjirnya masih jauh, kami antisipasi dari sekarang," kata dia.

Dari hasil audit tersebut, pihaknya akan membatalkan sertifikat-sertifikat yang terbit di atas sempadan sungai, begitupun dengan izin bangunannya. Ia menambahkan, secara perlahan kawasan terkait akan dikembalikan ke fungsi semula, yakni sebagai pengamanan debit air agar tidak melimpah ke daratan.

"Nanti kami akan cek masih ada berapa tanah yang disertifikatkan di situ, kami batalkan karena itu di atas sempadan sungai. Akan kami cek ada berapa bangunan gedung, kami minta pemda untuk membatalkan (izin), supaya pelan-pelan dikembalikan menjadi fungsi sempadan," tegasnya.

"Karena fungsi sempadan itu untuk mengamankan sungai, untuk mengamankan debit air waduk, supaya airnya itu tidak melimpah ke daratan atau di luar sungai," tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu