x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pemerintah - BNPB Kaji Kondisi Tanah Lereng, Usul Buat Sistem Drainase

Editor :

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Kunjungan itu merupakan bagian dari respons cepat pemerintah dalam mendukung upaya pencarian korban, penanganan darurat, serta langkah mitigasi jangka panjang agar bencana serupa tidak terulang.

Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, Kementerian PU bersama instansi terkait telah mengerahkan total 24 unit excavator, terdiri dari 15 unit milik Kementerian PU melalui BBWS dan BBPJN, serta sisanya berasal dari dukungan pemerintah daerah dan instansi lain.

"Kita fokus hari ini adalah search and rescue untuk tujuh korban yang masih belum ditemukan. Setelah itu selesai, baru bergerak pada penanganan pascabencana agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Menteri Dody, Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, setelah pencarian korban selesai, yang tidak kalah penting adalah upaya mitigasi agar bencana longsor tidak kembali terjadi. Berdasarkan temuan kondisi topografi di lokasi, terdapat cekungan alam di sisi atas lereng yang selama ini menampung aliran air hujan. Air yang merembes keluar kemudian melemahkan struktur tanah dan memicu longsoran.

“Ke depan, tugas kita adalah memastikan cekungan itu tidak lagi menahan air. Tidak harus kering 100 persen, tapi minimal air selalu teralirkan sehingga tidak memicu longsor baru,”jelas Menteri Dody.

Kementerian PU bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera mengkaji kondisi atas lereng, termasuk usulan pembuatan sistem drainase untuk mengalirkan air dari cekungan ke sungai terdekat sebagai bagian dari  mitigasi jangka panjang.

Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal respons cepat, tetapi juga deteksi dini dan pencegahan. Kementerian PU akan menindaklanjuti kajian potensi longsor tidak hanya di Cilacap, tetapi juga di daerah lain yang memiliki pola kerentanan serupa, seperti Banjarnegara dan Banyumas.

“Kita bicara bukan hanya hari ini, tapi ke depan. Bagaimana supaya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di sini atau di tempat lain. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat lewat pencegahan yang lebih kuat,” tegas Menteri PU.

Terkait rencana relokasi warga terdampak, Menteri Dody memastikan bahwa Kementerian PU siap mendukung. Pemerintah Daerah telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektar dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Geologi dan tim ITB untuk memastikan lokasi tersebut aman dari potensi tanah gerak.

Bencana tanah longsor di Cilacap terjadi pada Kamis (13/11/2205) lalu. Hingga hari ini tercatat 46 korban terdampak, dengan rincian 23 orang luka-luka, 16 orang meninggal dunia, dan 7 orang masih dalam pencarian. (vit)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.
Jumat, 04 Sep 2026 15:32 WIB

TNI AL Terjun Langsung Bantu Masyarakat Suku Asmat, Papua Selatan

Pangkoarmada RI gelar bhakti sosial dan kesehatan di tengah suku Asmat, Papua.