x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Autofagi Bagus Untuk Lansia, Ini Caranya

WARTALENTERA - Ternyata, Autofagi (proses alami tubuh 'memakan dirinya sendiri') bermanfaat bagi lansia berusia 70 tahun. Asalkan, tahu waktu dan cara yang tepat.

Dari laman BBC Indonesia, dokter Yoshinori Ohsumi yang dianugerahi Nobel Kedokteran 2016 karena penelitiannya tentang Autofagi menjelaskan autofagi sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sel, memperlambat penuaan, dan mengurangi risiko penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, dan kanker.

Autofagi merupakan proses alami dalam tubuh di mana sel "memakan dirinya sendiri" untuk membersihkan komponen yang rusak atau tidak diperlukan, mendaur ulang material untuk menghasilkan energi, dan memperbaiki diri.

Namun, lanjut Ohsumi, lansia harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba puasa atau perubahan gaya hidup apa pun untuk memastikan keamanannya, terutama karena proses autofagi alami dapat menurun seiring bertambahnya usia. "Berkonsultasi dengan dokter, terutama untuk lansia," katanya.

Beberapa dokter yang mendukung autofagi antara lain dr. Zaidul Akbar, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Dr. Agus Taufiqurrahman, dan dr. Cintya Andriani.

Dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa autofagi adalah sistem alami untuk membuang sampah sel yang bermasalah, yang aktif saat seseorang berpuasa. Pada lansia, autofagi membantu membersihkan sel-sel dari protein rusak, yang dapat mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Autofagi juga memperlambat penuaan. Dengan mendaur ulang sel-sel lama dan rusak, autofagi dapat membantu memperpanjang rentang hidup yang sehat. Autofagi juga mengurangi risiko kanker pada lansia. Proses Itu membantu mendaur ulang sel-sel yang rusak, yang merupakan langkah awal pembentukan kanker. Autofagi juga memperbaiki pasokan energi dalam sel, membuat tubuh lebih bertenaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Untuk lansia khususnya usia di atas 60 tahun, dr. Zaidul Akbar menyarankan berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum memulai program puasa autofagi. Mulailah dengan pola puasa intermiten yang lebih ringan, seperti 12:12 (puasa 12 jam, makan selama 12 jam) atau 14:10, bukan puasa yang lebih ekstrem.

Lebih sederhananya, makan pagi mulai jam 9 pagi kemudian makan siang, dan makan sore berakhir sebelum jam 6 malam. Sehingga jendela makan atau boleh makannya selama 8-9 jam dan sisanya puasa. Boleh minum air putih saja.

Saat jam boleh makan, pastikan makanan yang dikonsumsi selama periode makan sangat bergizi, termasuk sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks. Hindari makanan tinggi gula dan gorengan.

Minumlah air yang cukup selama periode puasa, karena tubuh tetap memerlukan cairan untuk berfungsi dengan baik. Perhatikan tanda-tanda dari tubuh, seperti kelelahan ekstrem atau pusing, dan hentikan puasa jika merasa tidak nyaman.

Lansia juga harus mengimbangi proses autofagi dengan olahraga ringan. Olahraga yang dimaksud antara lain jalan santai, berenang, atau senam ringan dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan jantung, otot, dan sendi. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu