x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tragis, Pemuda Terkubur Longsor Tapanuli Tengah Usai Selamatkan Ayah Stroke

Editor :

WARTALENTERA - Bencana banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara menyisakan trauma mendalam bagi keluarga yang anggota keluarganya tidak selamat. Termasuk, pemuda bernama Divan yang harus gugur usai menyelamatkan seluruh keluarganya termasuk ayahnya yang stroke.

Divan, pemuda berusia 21 tahun warga Perumahan Pandan Permai, Aek Matauli, Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara ketika longsor pertama masih bisa menyelamatkan seluruh keluarganya termasuk ayah yang tengah stroke.

Namun, sayang menurut penuturan para saksi tetangganya, Divan masuk lagi ke dalam rumah untuk memastikan perlengkapan ayahnya yang stroke tidak tertinggal. Sejumlah warga lain menyaksikan bagaimana Divan mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan sang ayah yang sakit stroke saat longsor melanda wilayah itu.

Salah satu tetangga korban, Pindo Pasaribu Minggu (7/12/2025) mengisahkan kembali kisah pilu Divan dan menyampaikan pesan terakhir Divan sebelum terkubur oleh longsor dan banjir bandang.

Pindo mengatakan bahwa longsor besar itu terjadi, Selasa (25/11/2025) pukul 09.30 WIB setelah sebelumnya hujan deras mengguyur kawasan Pandan selama lima hari empat malam. Divan saat itu sempat menyelamatkan diri keluar dari rumah bersama keluarganya. Namun, kata Pindo, setelah keluarga aman, korban memutuskan masuk kembali untuk memastikan tidak ada perlengkapan milik sang ayah tertinggal di rumah.

Namun saat korban kembali masuk, longsor susulan yang lebih hebat membawa batang kayu dan bongkahan batu berdiameter hingga dua meter dari Bukit Aek Matauli itu langsung mengubur.

"Warga sempat menarik dia, tapi kakinya jatuh ke selokan. Tidak ada waktu, bukit sudah runtuh lagi," katanya. Pindo juga ingat pesan terakhir Divan kepada orang tuanya sebelum berlari kembali ke arah rumah. "Teriak dia pergilah bapak mamak (cari pengungsian aman) saya yang akan mencari kalian nanti,” kenang Pindo menirukan ucapan korban yang kini menjadi kenangan bagi keluarga dan kerabat.

Diketahui, bagian sisi tenggara Bukit Aek Matauli itu pun runtuh, membawa bebatuan dan batang kayu besar hingga menimbun belasan rumah warga, dan meninggalkan jurang setinggi ratusan meter dengan kemiringan mencapai 45 derajat.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sujarwadi, melaporkan bahwa hingga Sabtu pagi (6/12/2025) jumlah korban meninggal dunia di Tapanuli Tengah mencapai 115 orang, korban selamat 594 orang, dan 169 orang masih dinyatakan hilang.

Tim petugas SAR gabungan hingga hari ke-12 ini terus mengintensifkan pencarian korban hilang, termasuk keberadaan jasad Divan dengan cara menggali material longsor yang diperkirakan berkedalaman lebih dari tujuh meter menggunakan ekskavator.

Adapun ayah dan ibu korban saat ini sudah dievakuasi ke pengungsian dalam pendampingan tim petugas gabungan, sementara adik perempuannya menjalani pemeriksaan medis di Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr. Radjiman. (vit)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.