x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Jalan Nasional di Aceh Tamiang Ditargetkan Berfungsi Minggu Ini

Editor :

WARTALENTERA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memeriksa pemulihan infrastruktur kawasan terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Tercatat terdapat tiga ruas jalan terdampak, terdiri dari satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah dengan penanganan difokuskan pada pembersihan lumpur dan sedimentasi.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi penanganan di Aceh Tamiang, belum lama ini menyampaikan pentingnya percepatan pembersihan jalan, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki lalu lintas padat.

“Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu. Pagi sampai sore mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri, kemudian malam hingga subuh fokus membersihkan area tengah kota, ada shift kerjanya," kata Menteri Dody.

Untuk jalan nasional, penanganan dilakukan pada Ruas Jalan Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatera Utara. Meski terdampak endapan lumpur, seluruh jembatan nasional di Aceh Tamiang dilaporkan dalam kondisi baik dan dapat dilalui. Kementerian PU menargetkan pembersihan jalan nasional dapat diselesaikan dalam 3–4 hari ke depan.

"Dari batas masuk Kota Tamiang sampai jembatan masih banyak lumpur, saya minta dipercepat. Memang kendalanya di lapangan lalu lintas dari pagi sampai sore sangat kuat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit, tetapi manfaatkan juga waktu malam," tutur Menteri Dody.

Penanganan darurat Jalan Nasional di Aceh Tamiang telah dilakukan Kementerian PU sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Saat ini, pembersihan masih difokuskan pada lumpur sedimentasi di bahu dan pinggir jalan, termasuk material yang dibuang warga ke sisi jalan saat membersihkan rumah masing-masing.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Kementerian PU telah mengerahkan 22 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Aceh Tamiang. Secara rinci, di titik penanganan tertentu terdapat 12 alat berat dan 10 dump truck, sementara di kawasan Kota Kuala Simpang telah disiagakan 21 unit alat berat, meskipun dinilai masih perlu tambahan.

“Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi. Saya sudah meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa kita sewa,” tambahnya.

Dengan langkah percepatan tersebut, Kementerian PU menargetkan dalam waktu 3-4 hari ke depan fungsi jalan nasional di Aceh Tamiang dapat pulih optimal dan aktivitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar.

Kementerian PU juga berkomitmen untuk mempercepat pemulihan dan pembersihan lumpur di kawasan - kawasan pusat perekonomian seperti pasar dan pertokoan di Kabupaten Aceh Tamiang. (vit)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.