x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kurang Satu Lagi, Sembilan Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Sudah Ditemukan

Editor :

WARTALENTERA-Kurang satu lagi, sembilan korban pesawat jatuh ATR 42-500 sudah ditemukan. Prajurit TNI yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026).

Dengan demikian, total sudah ada 9 korban ditemukan, kurang satu lagi. "Penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian pada hari keenam yang dilaksanakan di wilayah pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Aulia menjelaskan, kegiatan pencarian dilakukan melalui penyisiran lanjutan di sekitar titik-titik yang sebelumnya telah ditemukan Tim SAR gabungan. Dalam proses pencariannya, lanjut Aulia, personel menghadapi tantangan berupa medan terjal, lereng curam, permukaan licin, serta kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga memerlukan ketelitian dan koordinasi yang intensif di lapangan.

Di hari keenam masa pencarian, enam korban pesawat akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan. "Korban ditemukan dengan posisi jenazah tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal dan berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung," kata Aulia.

Seluruh temuan segera diamankan untuk selanjutnya dilakukan proses evakuasi secara bertahap. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan hingga saat ini mencapai delapan orang, dengan dua jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.

Tim SAR gabungan telah menemukan sembilan jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu jenazah terakhir kini masih dicari.

"Kita memastikan, kita dapatnya 9 (jenazah), tapi apabila besok dapat 1, berarti operasi SAR ditutup karena sudah mendapat semua korban," imbuh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Arif menjelaskan ada dua jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh. Sedangkan jenazah ketiga hingga kesembilan ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

"Hari pertama dan kedua utuh, hari ketiga kemarin potongan. Hari ini (ditemukan) 6 (jenazah), jadi (total) 9. Jadi kurang 1 (jenazah)," terang Arif.

Dia menyebut operasi SAR masih akan dilakukan hingga hari ketujuh. Namun operasi SAR bisa langsung ditutup apabila jenazah terakhir telah ditemukan,

"Namun, apabila ada penemuan korban dari masyarakat atau dari mana, akan kita buka operasi SAR itu bukan pencarian lagi. Tapi operasi SAR evakuasi, seperti itu," tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.