x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Trump Tetapkan Keadaan Darurat Federal, Usai Badai Salju Dahsyat Terjang AS

Editor :

WARTALENTERA-Trump tetapkan keadaan darurat federal, usai badai salju dahsyat terjang AS. Cuaca ekstrem tersebut melumpuhkan pasokan listrik, mengacaukan transportasi udara, serta mengancam keselamatan ratusan juta warga AS.

Badai musim dingin yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai “bersejarah” ini menyebabkan lebih dari 1 juta pelanggan kehilangan listrik dan memicu pembatalan lebih dari 10.000 penerbangan di seluruh negeri. Salju tebal dan hujan es membuat aktivitas warga nyaris terhenti di banyak negara bagian.

“Kami akan terus memantau dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump melalui Truth Social, dikutip Senin (26/1/2026).

Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) memperkirakan, badai menerjang sekitar dua pertiga wilayah timur AS dan akan berlangsung sepanjang pekan. Suhu anjlok jauh di bawah titik beku, menciptakan kondisi berbahaya bagi transportasi darat maupun udara.

Data PowerOutage mencatat, hingga Minggu siang waktu setempat, 1.005.641 pelanggan mengalami pemadaman listrik, dengan Tennessee menjadi wilayah terdampak terparah. Dampak signifikan juga dirasakan di Mississippi, Texas, Louisiana, Kentucky, Georgia, Virginia, hingga Alabama.

“Ini adalah badai yang unik karena cakupannya sangat luas,” kata pakar meteorologi NWS, Allison Santorelli. Menurut dia, sekitar 213 juta warga AS berada di bawah peringatan cuaca musim dingin, dengan jangkauan badai mencapai sekitar 2.000 mil dari New Mexico hingga New England.

Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak. Situs pelacakan FlightAware melaporkan, selain 10.000 penerbangan dibatalkan, sekitar 8.000 penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Maskapai-maskapai besar AS mengimbau penumpang untuk terus memantau jadwal penerbangan karena perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu. NWS juga memperingatkan, akumulasi es tebal berpotensi menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan, kerusakan pohon secara luas, serta kondisi perjalanan yang sangat berbahaya, terutama di wilayah yang jarang menghadapi cuaca musim dingin ekstrem.

Ancaman tidak berhenti di situ. Setelah badai mereda, cuaca dingin ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung, khususnya di Dataran Utara dan Midwest Atas. Suhu akibat hembusan angin bahkan diprediksi bisa turun hingga -45 derajat Celsius, kondisi yang dapat menyebabkan radang dingin hanya dalam hitungan menit. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.