x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kemlu Pastikan WNA di India Aman dari Wabah Virus Nipah

Editor :

WARTALENTERA - Kasus virus Nipah yang kembali mewabah di India, terus berkembang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa hingga saat ini WNI di India tidak ada yang tertular virus mematikan itu.

"KBRI New Delhi telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat, dan mendapat informasi bahwa situasi di lapangan saat ini masih terkontrol dengan baik dan otoritas kesehatan berupaya mengisolasi penyebaran virus," ucap Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, dikutip dari Antaranews, Kamis (29/1/2026).

"Sampai saat ini, KBRI belum menerima laporan WNI yang terdampak penyakit dari virus Nipah," ucap dia, menambahkan.

Yvonne menyampaikan bahwa Perwakilan RI di India terus menjaga koordinasi intensif dengan semua pihak terkait dalam rangka pemantauan kasus virus Nipah di negara tersebut.

Ia memastikan imbauan telah disampaikan KBRI New Delhi kepada para WNI di India untuk melakukan tindakan preventif serta menaati aturan pemerintah setempat, khususnya saat terjadi penyebaran penyakit saat ini.

KBRI New Delhi juga senantiasa menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI untuk memonitor apabila ada WNI yang memerlukan bantuan, kata Jubir Kemlu RI. Saat ini tercatat ada 38 WNI yang bermukim di negara bagian Benggala Barat, tempat merebaknya kasus virus Nipah.

Yvonne juga mengatakan bahwa otoritas kesehatan India telah mengaktifkan langkah-langkah pemantauan, pengendalian, dan respons aktif guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan bahwa otoritas India berupaya menahan penyebaran virus Nipah yang diduga telah menginfeksi lima orang di negara bagian Benggala Barat.

Namun, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India kemudian mengeluarkan klarifikasi bahwa pihaknya mencatat hanya dua kasus penularan yang terkonfirmasi resmi.

India sebelumnya telah melaporkan empat kali wabah virus Nipah, masing-masing di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di Kerala pada 2018 dan 2019.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan lainnya menyatakan virus Nipah dapat menyerang paru-paru dan otak. Adapun gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, dan koma, dengan tingkat kematian melampaui 40 persen di kalangan pasien terinfeksi.

Otoritas bandar udara di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah meningkatkan skrining kesehatan penumpang internasional yang tiba demi mencegah penyebaran virus Nipah. (inx)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.