x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Bahan Bakar Langka, Air Canada Hentikan Penerbangan ke Kuba

Editor :

WARTALENTERA – Maskapai Air Canada terpaksa menghentikan seluruh penerbangan ke Kuba akibat kelangkaan bahan bakar. Hal ini terjadi setelah adanya peringatan keras dari otoritas Kuba bahwa maskapai internasional kemungkinan tidak bisa lagi mengisi bahan bakar di bandara-bandara negara itu.

“Air Canada menyatakan bahwa mulai hari ini menangguhkan layanan ke Kuba akibat kekurangan bahan bakar penerbangan yang masih berlangsung di pulau tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi maskapai Air Canada seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (10/2/2026).

“Dalam beberapa hari ke depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan tanpa penumpang ke arah selatan untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang sudah berada di tujuan dan membawa mereka kembali pulang,” tambah maskapai tersebut.

Maskapai Air Canada mengatakan bahwa keputusan diambil setelah adanya peringatan pemerintah mengenai pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba yang tidak dapat diandalkan, dengan proyeksi bahwa bahan bakar tersebut tidak lagi tersedia secara komersial mulai 10 Februari.

“Air Canada akan terus memantau situasi guna menentukan waktu yang tepat untuk dimulainya kembali layanan normal ke Kuba di masa mendatang,” sebut pernyataan resmi itu lagi.

Sebelumnya, pemerintah Kuba mengumumkan bahwa penerbangan internasional tidak lagi dapat mengisi bahan bakar di negara tersebut akibat kekurangan bahan bakar penerbangan, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif terhadap negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba.

Sejak operasi militer pemerintahan Trump pada 3 Januari terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang merupakan pendukung lama pemerintah Kuba, Amerika Serikat berupaya memperkuat posisinya terhadap Kuba.

Dalam perintah eksekutif yang dikeluarkan pada akhir Januari, Trump menyebut rezim Kuba sebagai ancaman yang “tidak biasa dan luar biasa”, serta menyatakan deklarasi keadaan darurat nasional diperlukan.

Menurut sumber yang dikutip kantor berita Spanyol EFE, Kuba memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan energinya dari produksi dalam negeri. Sisanya bergantung pada impor, terutama dari Meksiko dan dalam tingkat lebih kecil dari Rusia, sementara Venezuela menyumbang sekitar 30 persen dari total pasokan pada 2025.

Pekan ini, pemerintah Kuba mengumumkan rencana darurat ketat yang mencakup penutupan sejumlah hotel, pengurangan jam operasional kantor publik dan rumah sakit, serta pelarangan penjualan solar, sebagai upaya bertahan tanpa impor minyak mentah dan produk turunannya. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.