x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tren Skincare 2025, Bahan Alami Dipadu Teknologi Tinggi

Editor :

WARTA LENTERA-Tren skincare 2025 akan kembali ke bahan alami, namun dipadu teknologi tinggi. Industri kecantikan diprediksi mengalami pergeseran signifikan dengan beberapa tren perawatan kulit yang sebelumnya populer kini mulai ditinggalkan.

Salah satu contohnya adalah rutinitas perawatan kulit 10 langkah ala Korea yang dianggap tidak praktis dan kurang ramah lingkungan akan ditinggalkan. Tahun ini, diprediksi akan lebih banyak yang beralih ke rutinitas yang lebih sederhana dan efektif, seperti skinimalism yang hanya menggunakan perawatan dasar.

Selain itu, penggunaan masker wajah sekali pakai, terutama sheet mask, mulai ditinggalkan karena kekhawatiran terhadap limbah plastik yang dihasilkan. "Gantinya, produk masker berbentuk bubuk atau gel yang dapat digunakan berulang kali menjadi pilihan," ujar Aisyah, seorang beauty influencer sekaligus pemerhati produk skincare kecantikan.

Tren eksfoliasi berlebihan dengan bahan kimia seperti AHA/BHA atau scrub juga mulai ditinggalkan, karena menyebabkan kulit menjadi sensitif dan mudah iritasi. Kini, metode eksfoliasi yang lebih lembut dan aman lebih diminati.

Penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol dan parfum juga mulai ditinggalkan karena potensi iritasi yang ditimbulkannya. Produk tanpa pewangi dan bebas alkohol diprediksi akan menjadi favorit di kalangan konsumen yang lebih peduli terhadap kesehatan kulit.

Promosi produk perawatan kulit dengan klaim berlebihan mulai ditinggalkan. Konsumen kini lebih menghargai transparansi dan kejujuran dalam informasi produk, sehingga produsen diharapkan memberikan klaim yang realistis dan sesuai dengan manfaat sebenarnya.

Head of Research and Innovation di PT Kosmetika Global Indonesia Dwi Hastuti memprediksi, tren bahan-bahan perawatan kulit dan kosmetik yang diperkirakan akan banyak diminati di tahun 2025 adalah ingredients yang diperoleh dari bahan natural. "Bahan natural yang diolah melalui system biotechnology, seperti peptide, exosome, stemcell, dan sejenisnya," katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, dikutip Senin (6/1/2025).

Dia menjelaskan, salah satu alasan tingginya permintaan tentang bahan natural adalah karena bahan tersebut lebih aman untuk kulit dan mempunyai tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Sehingga efektif untuk merawat kesehatan kulit dan memberikan hasil yang optimal.

Dwi Hastuti menambahkan, dalam memulai bisnis sendiri dan menentukan beauty produk, jangan terburu-buru atau hanya ikut tren. "Beautypreneur harus memahami konsep dari produk itu sendiri, sehingga produk yang akan dilabeli sebagai brand miliknya bisa dikembangkan dan diformulasi menggunakan bahan-bahan yang aman,” sarannya bijak.

Sementara itu, melansir Vogue, Linda Persson, The Ordinary’s Swedish Pharma Trainer, juga menilai konsep canggih di dunia skincare yang memasuki ranah teknologi tinggi, seperti biotech dan biohacking semakin tinggi.  "Bayangkan biomimetic peptides, serum perbaikan seluler, dan personalisasi berbasis DNA untuk meningkatkan kesehatan kulit. Tren ini menjadi kabar baik bagi pecinta teknologi canggih dan mereka yang fokus pada anti-aging. Namun, inovasi ini mungkin akan lebih menguras kantong dibandingkan produk skincare biasa ," singkatnya. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.