x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Menakar Langkah Iran di Selat Hormuz, Luhut: Tidak Mungkin Ditutup Permanen

WARTALENTERA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berpendapat bahwa Selat Hormuz tidak mungkin ditutup permanen. Alasannya simple tapi krusial yakni Iran bergantung pada ekspor minyak untuk tetap survive.

Hal ini disampaikan Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).  "Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ucapnya.

Karena alasan itu juga, meski situasi masih naik-turun, Luhut memprediksi Iran tidak akan gegabah menutup Selat Hormuz secara permanen.

Luhut juga menyampaikan sejumlah skenario yang akan terjadi terhadap harga minyak jika perang di Timur Tengah tak kunjung berakhir. Ia membagi dampak konflik ini ke dalam tiga skenario harga minyak mentah dunia:

  • Skenario Terburuk (Eskalasi Total): Jika Iran menyerang langsung aset AS di kawasan Teluk, siap-siap harga minyak melonjak ke angka USD110 – USD150 per barel.
  • Skenario Moderat: Jika konflik memanas tapi akses Selat Hormuz hanya terbatas (tidak tutup total), harga diprediksi stabil di kisaran USD80 – USD110 per barel.
  • Skenario Damai (Deeskalasi): Jika ketegangan mereda, harga minyak bisa melandai ke level USD65 – USD80 per barel.
Mengapa Selat Hormuz begitu vital?

Selat Hormuz sering dijuluki sebagai "urat nadi" energi dunia. Beberapa data menunjukkan betapa mengerikannya jika jalur ini benar-benar macet.

Sekitar 20-30 persen dari total konsumsi minyak dunia melewati selat ini setiap harinya. Ini setara dengan kira-kira 21 juta barel minyak per hari.

Bukan cuma minyak, hampir semua ekspor Gas Alam Cair (LNG) dari Qatar—salah satu produsen terbesar dunia—bergantung sepenuhnya pada jalur sempit ini.

Lebar selat ini hanya sekitar 33 km, namun jalur pelayaran yang bisa dilewati kapal tanker raksasa hanya selebar 3 km di masing-masing arah. Hal ini membuatnya sangat mudah diblokade secara militer.

Menutup Selat Hormuz sama saja dengan menekan "tombol nuklir" ekonomi. Jika itu terjadi, bukan hanya dunia yang pusing, Iran sendiri pun akan kehilangan sumber pendapatan utamanya.  (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu