x  skyscraper
x  skyscraper

Pemerintah Kembali Suntik Likuiditas Rp100 Triliun, Total Rp300 Triliun

WARTALENTERA-Pemerintah kembali suntik likuiditas Rp100 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke sistem perbankan sebelum Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga likuiditas di tengah sinyal pengetatan di pasar keuangan.

Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang telah ditempatkan di perbankan kini mencapai Rp300 triliun, setelah sebelumnya pemerintah lebih dulu menyalurkan Rp200 triliun. “Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Rabu (26/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah ini diambil setelah Kementerian Keuangan mencermati pergerakan imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang menunjukkan kenaikan. Menurutnya, lonjakan yield menjadi sinyal adanya tekanan likuiditas yang perlu segera direspons.

“Kalau bond yield naik 0,1 persen saya udah perhatiin. Naik 0,4 persen, pasti kekeringan likuiditas. Saya cek, ternyata memang bank kekurangan, jadi saya tambah lagi,” imbuhnya.

Purbaya menambahkan, keputusan ini juga didukung oleh kondisi kas negara yang masih cukup besar di Bank Indonesia. Saat itu, dana pemerintah yang tersimpan di bank sentral disebut mencapai lebih dari Rp400 triliun.

“Masukin Rp100 triliun ke perbankan. Tadinya saya mau diam saja, tetapi ya kita bergerak,” ujarnya.

Berbeda dengan skema sebelumnya, penempatan dana kali ini bersifat lebih fleksibel. Pemerintah dapat menarik dana tersebut kapan saja sesuai kebutuhan, tidak seperti sebelumnya yang memiliki tenor sekitar enam bulan.

“Artinya kapan saja bisa ditarik. Kalau yang dahulu kan enam bulanan, sekarang lebih fleksibel,” jelas Purbaya.

Pada tahap awal, penempatan dana difokuskan pada bank-bank yang dinilai lebih mudah dikendalikan. Salah satunya adalah Bank Jakarta yang disebut menerima alokasi sekitar Rp2 triliun.

Sementara itu, bank swasta belum menjadi prioritas dalam penyaluran tahap awal ini. “Belum untuk swasta, nanti kita lihat. Yang penting yang bisa kita kendalikan dulu,” kata Purbaya.

Ia menilai, dana yang ditempatkan di perbankan tidak semata-mata akan langsung mengalir ke kredit sektor riil. Dalam kondisi pasar saat ini, bank cenderung memilih instrumen yang lebih aman dan likuid, seperti menempatkan dana di Bank Indonesia atau membeli obligasi negara.

“Bank pasti cari yang paling gampang, bisa ke BI atau beli bond. Kalau beli bond, yield bisa ditekan turun lagi,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa tambahan Rp100 triliun tersebut belum cukup besar untuk mengubah kondisi pasar secara drastis. Namun, langkah ini dinilai cukup untuk menahan kenaikan yield agar tidak melonjak terlalu tajam.

“Memang tidak besar, tetapi paling tidak bisa menahan supaya yield tidak naik terlalu tinggi,” kata Purbaya. Langkah injeksi likuiditas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas sistem keuangan selama Lebaran, sekaligus meredam tekanan di pasar obligasi domestik. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu