x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Anak dan Remaja Sulit Bangun Pagi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

WARTA LENTERA-Anak dan remaja umumnya sulit bangun pagi, meski mereka tidur cukup. Jadi, jangan marah-marah dulu ya, Bun, ada alasan biologis dibalik keengganan anak bangun pagi.

Ternyata, sulit bangun pagi bukan semata karena malas, melainkan berkaitan erat dengan ritme biologis tubuh. Berikut adalah alasan ilmiah mengapa anak-anak dan remaja lebih sulit bangun pagi dibanding orang dewasa, melansir berbagai sumber, Sabtu (11/1/2025):

1. Jam Biologis Anak Berbeda dari Orang Dewasa

Setiap manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Pada anak-anak dan remaja, ritme ini secara alami lebih lambat dibandingkan orang dewasa

Itu sebabnya, mereka merasa mengantuk lebih larut dan sulit bangun pagi. Jika orang dewasa secara alami mulai mengantuk sekitar pukul 9–10 malam, anak-anak dan remaja sering baru merasa lelah sekitar pukul 11 malam atau lebih. Makanya, mereka masih membutuhkan waktu tidur tambahan di pagi hari.

2. Produksi Hormon Tidur yang Lebih Lambat

Hormon melatonin, yang bertanggung jawab membuat tubuh mengantuk, diproduksi lebih lambat pada anak dan remaja dibanding orang dewasa. Akibatnya, meskipun mereka berusaha tidur lebih awal, tubuh mereka belum siap untuk beristirahat.

Melatonin pada remaja baru mulai meningkat sekitar pukul 10 malam, sementara pada orang dewasa lebih awal. Itulah sebabnya mereka cenderung sulit tidur lebih cepat dan akhirnya kesulitan bangun di pagi hari.

3. Kebutuhan Tidur yang Lebih Lama

Anak-anak dan remaja membutuhkan 8–10 jam tidur per malam agar tubuh dan otak mereka berkembang optimal. Namun, jadwal sekolah yang dimulai pagi sering kali membuat mereka kurang tidur.

Jika mereka tidur pukul 11 malam dan harus bangun pukul 5 atau 6 pagi, mereka hanya mendapatkan sekitar 6–7 jam tidur, yang sebenarnya masih kurang untuk kebutuhan biologis mereka.

4. Kurangnya Paparan Cahaya Matahari

Paparan cahaya alami di pagi hari sangat penting untuk membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis. Namun, banyak anak yang jarang terkena cahaya matahari pagi, terutama jika mereka terbiasa bangun dalam keadaan masih gelap atau langsung beraktivitas di dalam ruangan.

Tanpa cahaya matahari, tubuh tetap memproduksi melatonin lebih lama, menyebabkan kantuk yang berkepanjangan. Itu sebabnya, mereka sulit merasa segar saat bangun pagi.

5. Efek Penggunaan Gadget Sebelum Tidur

Banyak anak dan remaja yang menggunakan ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur. Cahaya biru dari layar gadget dapat menekan produksi melatonin, sehingga otak tetap aktif dan sulit merasa mengantuk.

Akibatnya, mereka tidur lebih larut dari seharusnya. Saat pagi tiba, mereka masih berada dalam fase tidur yang dalam, sehingga sulit untuk bangun dengan segar.

6. Siklus Tidur yang Belum Stabil

Pada usia anak-anak dan remaja, siklus tidur belum seimbang seperti pada orang dewasa. Mereka lebih sering mengalami fase tidur dalam yang lebih panjang, sehingga saat dibangunkan di pagi hari, tubuh mereka masih berada dalam kondisi istirahat yang mendalam.

Beberapa cara ini, mungkin bisa membantu pola tidur yang lebih baik. Antara lain, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, meningkatkan paparan cahaya matahari pagi, serta menyesuaikan jadwal tidur secara bertahap. Selamat mencoba ya, Bun! (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu