x  skyscraper
x  skyscraper

Laporan Mulai Masuk, Bangunan Gereja dan Fasilitas Publik Rusak

WARTALENTERA-Laporan mulai masuk, bangunan gereja dan fasilitas publik rusak. Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi mulai menimbulkan dampak kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan rumah ibadah. Getaran kuat tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan bangunan di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan guncangan gempa dirasakan sangat kuat dengan intensitas V–VI modified mercalli intensity (MMI) di Kota Ternate. Kondisi ini memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Selain Gereja Kalvari yang dilaporkan terdampak, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan ringan, seperti plester dinding yang rontok akibat getaran. Faisal mengatakan guncangan gempa juga terasa hingga ke Manado, Sulawesi Utara. Di kota tersebut, gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario dilaporkan mengalami kerusakan struktural.

Meskipun pusat gempa berada di laut, kekuatan magnitudo yang besar serta kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni sekitar 33 kilometer, membuat energi gempa merambat cukup kuat hingga terasa di ibu kota Sulawesi Utara. Faisal menjelaskan tingkat kerusakan bangunan sangat bergantung pada sejumlah faktor teknis, salah satunya kondisi geologi di lokasi terdampak.

"Getaran di permukaan atau disebut juga ground acceleration itu tergantung dari tidak hanya kedalaman gempa tapi juga magnitudo gempanya, kombinasi dari dua hal tersebut, dan juga tergantung dari kondisi tanah atau batuan pada suatu lokasi," papar Faisal dalam keterangan pers melalui kanal YouTube BMKG, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, wilayah yang memiliki lapisan tanah sedimen umumnya merasakan getaran yang lebih kuat dibandingkan daerah dengan batuan keras. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan pada bangunan yang konstruksinya tidak memenuhi standar ketahanan gempa.

BMKG juga mencatat hingga pukul 07.00 WIB telah terjadi 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak memasuki bangunan yang sudah menunjukkan retakan atau kerusakan struktur.

"Ini dapat selanjutnya dapat digunakan evaluasi kajian lebih lanjut oleh semua pihak terkait agar bangunan-bangunan di daerah-daerah yang rawan terhadap gempa di Indonesia ini perlu kita pertajam untuk mitigasinya tentang bagaimana rumah-rumah atau bangunan tahan gempa itu didirikan," tegas Faisal. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu