x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Sang Pendekar TBC di Usia Senja: Antara Rekor MURI dan Air Mata untuk Istri Tercinta

Editor :

WARTALENTERA – Buku berjudul Pendekar TBC yang ditulis dr. Muherman Harun, berhasil mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Spesialis paru lulusan Belanda tersebut menerima rekor MURI sebagai penulis autobiografi tertua di Indonesia, pada usia 94 tahun.

Ruang pertemuan Apartemen Bellezza, Jakarta, pada Sabtu (4/4/2026) siang, menjadi saksi bisu sebuah peristiwa yang menggetarkan sanubari. Di sana, seorang pria berambut perak berdiri dengan tegak meski beban di pundaknya begitu berat.

Ya, ia adalah dr. Muherman Harun, yang baru saja menerima penghargaan MURI. Penghargaan ini bukan sekadar tentang angka atau prestasi karena di balik piagam yang ia genggam, terselip kisah haru yang menyayat hati.

Seharusnya, momen ini menjadi puncak kebahagiaan dr. Muherman bersama istri tercintanya. Namun takdir berkata lain. Hanya sehari sebelum acara bersejarah ini digelar, sang istri yang setia menemani perjuangannya mengembuskan napas terakhir.

Suasana haru pecah saat dr. Muherman menerima piagam dari Direktur Operasional MURI, Jusuf Ngadri. Di sisi kanannya, bukan sang istri yang berdiri, melainkan putrinya yang hadir menggantikan posisi ibunda.

[caption id="attachment_18049" align="aligncenter" width="300"]pendekar tbc Piagam MURI Dr. Muherman Harun sebagai penulis buku autobiografi tertua di Indonesia, usia 94 tahun, diletakkan di depan peti jenazah istrinya yang meninggal satu hari sebelum acara penyerahan. Jenazah sang istri disemayamkan di rumah duka Carolus. (Foto: Inge Mangkoe/Warta Lentera)[/caption]

Meski gurat duka tak bisa disembunyikan dari wajah sang dokter sepuh, semangatnya tetap menyala bak api yang menolak padam. Buku yang membawanya meraih rekor MURI ini diberi judul yang sangat perkasa: Pendekar TBC.

Nama itu bukan sekadar kiasan. Di usia 25 tahun, Muherman muda pernah dihantam badai TBC yang begitu hebat hingga ia harus kehilangan fungsi satu paru-parunya. Alih-alih menyerah pada keadaan, ia justru bangkit dengan dendam positif.

"Saya penyintas TBC dengan satu paru. Saya sebetulnya mau membalas penyakit yang terkutuk itu. Makanya saya jadi dokter spesialis paru," ujarnya dengan suara yang masih berwibawa.

Tak hanya ingin sembuh, ia ingin menjadi "pembasmi" kuman yang pernah nyaris merenggut nyawanya. Dedikasi itu ia buktikan dengan pengabdian selama 37 tahun di RS Saint Carolus Jakarta, melayani pasien dengan sepenuh hati meski fisiknya tak lagi utuh.

Menulis dalam gelap, merawat dalam cinta

Proses lahirnya buku ini adalah sebuah mukjizat ketekunan. Di usia hampir seabad, dengan penglihatan yang mulai kabur dan fisik yang renta, dr. Muherman tetap menulis.

Ia harus menggunakan kacamata tebal dan lampu yang sangat terang untuk merangkai kata demi kata. Yang lebih menyentuh, tulisan-tulisan itu seringkali lahir di tengah malam sunyi.

Sambil menjaga istrinya yang saat itu menderita demensia dan membutuhkan perhatian penuh, dr. Muherman menyalurkan sisa energinya ke atas kertas.

"Mata saya kurang jelas, istri saya juga butuh perhatian karena demensia. Kadang-kadang tengah malam saya menulis," ungkapnya.

Melalui buku Pendekar TBC, dr. Muherman ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa TBC bukanlah akhir dari segalanya. Penyakit ini bisa dikalahkan, dan penderitanya bisa kembali berdaya, bahkan menjadi "pendekar" yang melindungi sesama.

Kini, dr. Muherman telah membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan keterbatasan fisik adalah sebuah ujian semata. Meski kini harus melangkah tanpa pendamping hidupnya, ia telah meninggalkan warisan literasi yang akan abadi. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.