x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kerugian Capai USD135 Miliar, Ini Faktor Penyebab Kebakaran Los Angeles Meluas

Editor :

WARTALENTERA - Kebakaran Los Angeles disebut sebagai bencana termahal sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS). Perkiraan kerugian telah melampaui USD135 miliar atau lebih dari Rp2.185 triliun.

"Api yang bergerak cepat dan didorong angin ini telah menciptakan salah satu bencana kebakaran hutan paling mahal dalam sejarah AS modern," kata Kepala Meteorologi AccuWeather Jonathan Porter.

Jumlah kerugian yang diakibatkan kebakaran Los Angeles, melebihi angka bantuan AS kepada Israel selama perang yang menghancurkan jalur Gaza, Palestina, yakni USD17,95 miliar (lebih dari Rp290 triliun). Angka tersebut bersumber dari laporan untuk proyek Biaya Perang Universitas Brown, yang dirilis tepat setahun perang Gaza.

Sebanyak USD4,86 miliar tambahan telah digunakan untuk meningkatkan operasi militer AS di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya sejak 7 Oktober 2023, kata para peneliti dalam temuan yang pertama kali diberikan kepada The Associated Press.

Itu termasuk biaya kampanye yang dipimpin Angkatan Laut AS untuk meredakan serangan terhadap kapal-kapal pengiriman komersial oleh Houthi Yaman, yang melakukannya sebagai bentuk solidaritas dengan kelompok Hamas.

Laporan tersebut—yang diselesaikan sebelum Israel membuka front kedua, yang kali ini melawan militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, pada akhir September 2024— merupakan salah satu penghitungan pertama estimasi biaya AS saat pemerintahan Joe Biden mendukung Israel dalam konfliknya di Gaza dan Lebanon dan berupaya untuk menahan permusuhan oleh kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di wilayah tersebut.

Perang Gaza tak hanya menyebabkan kerugian finansial, tapi juga nyawa manusia. Hamas dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel pada 7 Okober 2023 dan menyandera ratusan lainnya. Sedangkan serangan brutal Israel telah menewaskan lebih dari 42.000 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Faktor pemicu api menyebar cepat

Kebakaran Los Angeles bermula pada Selasa (7/1/2025) malam di kaki bukit timur laut Los Angeles, dekat kawasan cagar alam. Dalam hitungan jam, api menyebar cepat karena angin Santa Ana yang mencapai 160 km/jam. Angin ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penyebaran api hingga wilayah pegunungan dan kaki bukit.

Selain angin kencang dan kurangnya hujan menyebabkan kebakaran, para ahli mengatakan perubahan iklim mengubah kondisi latar belakang dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran tersebut.

Penelitian pemerintah Amerika Serikat dengan tegas menghubungkan perubahan iklim dengan kebakaran hutan yang terjadi lebih besar dan lebih parah di Amerika Serikat bagian barat.

"Perubahan iklim, termasuk meningkatnya suhu panas, kemarau panjang, dan atmosfer yang gersang, telah menjadi pendorong utama dalam peningkatan risiko dan luasnya kebakaran hutan di Amerika Serikat bagian barat," kata Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional.

Sejak Oktober 2024, curah hujan di wilayah tersebut tercatat menurun hingga 10 persen dari rata-rata tahunan, membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Kondisi ini semakin diperparah oleh rendahnya kelembaban udara, menciptakan "bahan bakar alami" bagi kobaran api. (inx)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.