x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Harga Tiket Pesawat Naik Signifikan, Menhub Beri Sinyal Bisa Turun

Editor :

WARTALENTERA-Harga tiket pesawat naik signifikan, Menhub beri sinyal bisa turun. Tiket pesawat lokal membumbung tinggi dan mendapat respons negatif dari masyarakat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan sinyal bahwa harga tiket pesawat bisa turun.

Namun, hal itu jika dua bulan ke depan kondisi harga avtur mengalami penurunan. Ia menilai arah konflik yang belakangan terjadi antara Amerika-Israel dan Iran menuju pada tawaran gencatan senjata.

Jika hal ini terjadi dan Iran membuka jalur distribusi minyak, maka diproyeksikan harga avtur juga ikut tertekan. "Bahwa kalau melihat penjelasan, itu kita cukup optimis, apalagi arah perang ini tidak panjang sudah terlihat dengan adanya gencatan senjata. Mudah mudahan dalam dua bulan ke depan bisa berakhir," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).

Menhub mengatakan, saat ini untuk menopang pendapatan maskapai di tengah kenaikan harga avtur, Pemerintah telah mengambil kebijakan mengubah kenaikan fuel surcharge menjadi 38 persen, PPN DTP, hingga pembebasan bea impor spare part pesawat. Akan tetapi, ketika harga avtur mulai turun di kemudian hari maka fuel surcharge yang menjadi salah satu komponen pembentuk harga tiket bisa diturunkan.

Karena saat ini Pemerintah belum menetapkan tarif batas bawah/tarif batas atas (TBB/TBA) terbaru. "Kalau harga avtur turun kita akan kembalikan lagi, karena fuel surcharge komponennya harga avtur, sehingga yang kita putar di sini. Ini kondisinya (harga avtur) bisa naik turun," kata Menhub.

"Avtur ini kan naik turunnya relatif cukup cepat, misal kemarin minyak sudah di bawah 100. Sehingga kita berharap itu bisa kita turunkan," tambahnya. Menhub mengatakan, alasan utama pemerintah masih menahan kenaikan TBA adalah untuk menjaga daya beli masyarakat, di tengah tekanan ekonomi.

Sehingga penyesuaian harga tiket dilakukan dengan menaikkan fuel surcharge, tanpa penyesuaian TBA. "Kita belum bicara TBA karena dari TBA itu biaya operasi paling tinggi adalah avtur, perawatan, dan sewa. Jadi komponen yang sangat berpengaruh, avtur dan maintenence, sudah difasilitasi pemerintah lewat fuel surcharge dan pembebasan bea impor," tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.