x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Heli Matthew Air Ditemukan Sudah Jadi Puing, Delapan Penumpang dan Awak Meninggal Dunia

Editor :

WARTALENTERA-Heli Matthew Air ditemukan sudah jadi puing. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi seluruh penumpang dan awak helikopter PK-CFX telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Helikopter milik PT Matthew Air Nusantara jatuh di Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026) kemarin.

Insiden tragis tersebut membawa delapan orang di dalamnya, termasuk awak dan penumpang. Pesawat tersebut diketahui dikemudikan pilot Capt. Marindra Wibowo, seorang engineer bernama Harun Arasyid, serta enam penumpang lainnya.

Identitas para penumpang mencakup Patrick yang merupakan warga negara Malaysia, Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa, menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden tersebut.

Pihaknya memastikan koordinasi terus berjalan untuk menangani dampak kecelakaan tersebut. "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban," ujar Lukman, dilansir dari keterangan resmi Kemenhub, Jumat (17/4/2026).

Kronologi Kejadian

Data penerbangan menunjukkan, helikopter lepas landas pukul 07.37 WIB sebelum akhirnya terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di kawasan hutan Kalimantan Barat pukul 08.39 WIB. Status hilang kontak secara resmi ditetapkan pada pukul 09.15 WIB, yang diikuti penerbitan notifikasi darurat DETRESFA oleh AirNav Indonesia pukul 10.43 WIB.

Upaya evakuasi oleh tim SAR gabungan mulai membuahkan hasil pada Jumat dini hari setelah lokasi jatuhnya pesawat ditemukan. Sejauh ini, lima jenazah korban telah berhasil dievakuasi, sementara tiga korban lainnya masih berada di lokasi karena tertimbun material puing helikopter.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia dan instansi terkait terus berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur TNI AU setempat guna proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian," ujarnya lagi.

Pemerintah juga meminta publik untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi serta informasi valid dari otoritas terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan ini. "Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini," pintanya. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.