x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Waspada Kejahatan Siber, RUU Keamanan Dibutuhkan Cepat

Editor :

WARTALENTERA - Dorongan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber kian menguat di tengah meningkatnya ancaman digital.

Desakan terhadap percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) terus menguat di tengah meningkatnya ancaman siber yang dinilai telah memasuki level serius dan berdampak langsung terhadap keamanan nasional, pelayanan publik, hingga keselamatan masyarakat.

Sejumlah akademisi, pengamat keamanan siber, dan pemangku kepentingan menilai Indonesia membutuhkan payung hukum yang kuat dan komprehensif untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman digital yang semakin kompleks di era transformasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam berbagai diskursus publik, RUU KKS dipandang bukan sekadar regulasi teknis terkait teknologi informasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis negara dalam menjaga kedaulatan digital nasional. Ancaman siber saat ini tidak lagi terbatas pada pencurian data atau peretasan sistem keuangan, melainkan telah berkembang menyasar infrastruktur vital seperti rumah sakit, transportasi, energi, hingga sistem pelayanan pemerintahan.

Pengamat keamanan siber dan kriptografi, Dr. Sulistyo, dalam opininya menyebut perkembangan AI dan hiper-konektivitas digital telah mengubah lanskap ancaman global. Menurutnya, keamanan siber kini berkaitan langsung dengan perlindungan keselamatan manusia dan hak-hak dasar warga negara di ruang digital.

Dia menilai pengesahan RUU KKS menjadi penting agar Indonesia memiliki standar ketahanan siber nasional yang jelas, termasuk dalam melindungi infrastruktur informasi vital dari risiko serangan yang dapat berdampak pada keselamatan publik.

Senada dengan itu, sejumlah akademisi juga berharap pembahasan RUU KKS dapat segera dituntaskan oleh pemerintah dan DPR RI. Kehadiran regulasi tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat ancaman terhadap sektor publik dan sistem digital nasional terus meningkat seiring masifnya digitalisasi layanan.

Sebelumnya, Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo juga pernah menekankan pentingnya percepatan pengesahan RUU KKS sebagai fondasi hukum dalam memperkuat pertahanan siber nasional. Ia menyoroti tingginya ancaman serangan digital terhadap infrastruktur strategis nasional dan perlunya koordinasi lintas lembaga yang lebih kuat melalui regulasi yang komprehensif.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan ratusan juta anomali trafik siber terdeteksi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan sebagian besar serangan menyasar sektor pemerintahan, energi, transportasi, dan keuangan. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm bagi Indonesia untuk segera memperkuat sistem keamanan siber nasional.

Selain aspek perlindungan sistem dan data, RUU KKS juga dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik di ruang digital. Regulasi ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola keamanan siber yang seimbang, yakni memperkuat kemampuan negara menghadapi ancaman eksternal tanpa mengabaikan perlindungan hak privasi masyarakat.

RUU KKS sendiri telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas dan menjadi salah satu rancangan regulasi strategis yang dinilai penting untuk segera diselesaikan. (vit)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.