x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Jaga Daya Saing Industri Nasional, Pemerintah Perketat Pengawasan Impor

Editor :

WARTALENTERA-Jaga daya saing industri nasional, pemerintah perketat pengawasan impor. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah terus memperkuat pengendalian impor melalui pembenahan regulasi dan pengawasan perdagangan guna menjaga daya saing industri nasional. Menurut Budi, pemerintah saat ini melakukan penyesuaian aturan impor dengan mempertimbangkan perkembangan pasar domestik maupun global.

Ia menyebut, langkah itu dilakukan untuk menciptakan tata kelola perdagangan yang dinilai lebih efisien dan transparan. “Pemerintah terus melakukan perubahan mendasar dalam pengaturan perdagangan luar negeri untuk menciptakan tata kelola perdagangan yang lebih sederhana, cepat, transparan, dan terintegrasi,” kata Budi dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, pengaturan impor dibagi ke dalam tiga kategori, yakni barang yang dilarang impor, barang yang diatur impornya, dan barang bebas impor. "Skema tersebut bertujuan memperkuat pengawasan sekaligus memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha," ungkapnya.

Budi juga menuturkan, pihaknya memperketat persyaratan perizinan impor. Seluruh importir diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berlaku sebagai Angka Pengenal Importir (API).

Selain itu, barang impor pada prinsipnya harus dalam kondisi baru. “Untuk komoditas tertentu, importir juga wajib memiliki perizinan berusaha di bidang impor serta melengkapi verifikasi teknis oleh surveyor independen,” imbuhnya.

“Tujuannya untuk memastikan kesesuaian barang dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya lagi. Selain pengawasan impor, lanjutnya, pemerintah mempercepat digitalisasi layanan perdagangan luar negeri dan seluruh layanan perizinan kini dilakukan secara daring melalui sistem Single Submission (SSm).

Menurutnya, Kemendag juga menetapkan standar pelayanan maksimal lima hari untuk memangkas hambatan administratif. Budi menekankan, reformasi tata kelola perdagangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi perdagangan nasional dan memperkuat iklim investasi.

Lebih jauh, ia juga menyoroti penggunaan instrumen safeguard atau tindakan pengamanan perdagangan untuk melindungi industri nasional dari lonjakan barang impor.  Ia jua mengungkapkan, lndonesia menjadi negara paling aktif menerapkan safeguard dengan sembilan kasus atau sekitar 25 persen dari total kasus global.

“Hal ini menunjukkan Indonesia aktif menggunakan instrumen perdagangan untuk melindungi industri dalam negeri dari lonjakan impor yang dapat mengganggu keberlangsungan industri nasional,” tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.