x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

IHSG dan Rupiah Kompak Naik, Dipicu Meredanya Konflik AS-Iran

Editor :

WARTALENTERA - Berita baik datang dari dunia perbankan. Nilai tukar Rupiah hari ini, Rabu (5/8/2026) naik tipis terhadap USD. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat setelah kemarin sempat melemah.

Nilai tukar Rupiah menguat 55 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.027 per USD.

Penguatan itu terjadi pada awal perdagangan pasar valuta asing pada Rabu pagi. Berdasarkan data perdagangan, mata uang Garuda mencatat kenaikan sebesar 55 poin dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.

Pergerakan itu menunjukkan Rupiah memulai perdagangan di zona penguatan dibandingkan kurs penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.027 per USD.

Beberapa analis mengatakan Rupiah dibuka menguat tipis akibat sentimen eksternal meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran yang menekan harga minyak dunia dan indeks dolar AS. Namun, secara umum analis memperkirakan pergerakannya tetap fluktuatif di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG hari ini) tercatat menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), pukul 09.23 WIB. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini berada di level 6.340,28 atau naik 20,67 poin setara 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.319,61.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa meskipun IHSG hari ini dan IDX Energy sama-sama menguat pada perdagangan pagi, kinerja masing-masing saham sektor energi masih bergerak bervariasi mengikuti sentimen pasar dan aktivitas perdagangan individual. Kondisi itu menunjukkan bahwa penguatan IHSG hari ini belum diikuti oleh kenaikan seluruh saham energi secara merata.

Dengan kondisi tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam laman IDX, memproyeksi IHSG berpeluang untuk koreksi short term. Support IHSG berada di 6.140-6.180 , sedangkan resistance di level 6.260-6.300. Fanny pun memiliki analisa enam saham pilihan hari ini, yaitu INDF, BFIN, BNBR, DSSA, LSIP, dan DOOH.

Analisis tersebut memperhitungkan membaiknya indeks PMI Manufacturing Indonesia ke level 50,2 pada Juli 2026, naik dari 46,9 pada Juni 2026. Selain itu, neraca perdagangan Juni 2026 mencatatkan defisit USD0,45 miliar, membaik dibandingkan defisit Mei 2026 yang sebesar USD1,61 miliar.

Sejumlah saham energi tercatat mengalami penguatan pada perdagangan pagi ini. Saham Petrosea berada di level 4.730 atau naik 1,72 persen. Sementara itu, saham Raharja Energi Cepu menguat 0,90 persen ke level 5.025.

Penguatan juga terlihat pada saham Indika Energy yang naik 0,79 persen ke level 2.540, saham ABM Investama yang menguat 0,76 persen ke level 2.650, serta saham Bayan Resources yang naik 0,62 persen ke level 12.150. (vit)

Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 05:10 WIB

Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027

Pemerintah mulai memastikan kesiapan angkutan natal 2026 dan tahun baru (nataru) 2027.
Selasa, 03 Nov 2026 08:32 WIB

Dicibir Warganet Pakai Implan Payudara, Ini Jawaban Elegan Agnez Mo

Dicibir warganet pakai implan payudara, Agnez Mo jawab secara elegan.
Selasa, 03 Nov 2026 05:54 WIB

Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Pemerintah menjaga jalan tetap fungsional meskipun rawan longsor di Ruas Tapan-Batas Jambi.
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.