x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

AS Kembali Berduka, 67 Jiwa Melayang Usai Tabrakan Heli dan Pesawat Komersil

Editor :

WARTALENTERA-AS tengah berduka. Belum selesai dilanda musibah kebakaran, 67 jiwa melayang akibat tragedi tabrakan antara helikopter militer dan pesawat penumpang di dekat Washington DC, Rabu (29/1/2025) waktu AS.

Beberapa jam setelah tabrakan tersebut, pejabat setempat mengumumkan peralihan operasi dari operasi penyelamatan ke operasi evakuasi, dengan dugaan bahwa tidak ada korban yang selamat. "Terlepas dari semua upaya yang telah dilakukan, kami kini berada pada tahap di mana operasi penyelamatan beralih menjadi operasi evakuasi,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran & Layanan Medis Darurat Washington DC, John Donnelly, pada Kamis (30/1/2025), melansir Anadolu Agency.

“Pada titik ini, kami belum yakin ada korban yang selamat dalam kecelakaan ini,” tambahnya. Ia menyebut, pada tahap awal, tim penyelamat telah menemukan 27 jenazah dari pesawat dan satu jenazah dari helikopter.

“Kantor Pemeriksa Medis Distrik akan memimpin proses identifikasi dan pemulangan jenazah kepada keluarga mereka. Kami akan terus bekerja untuk menemukan seluruh korban dan menyerahkan mereka kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Pejabat AS lain mengatakan, belum ada alasan jelas mengapa jet regional American Airlines bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS. Melansir Reuters, Jumat (31/1/2025), insiden itu menjadi kecelakaan udara paling mematikan di AS dalam lebih dari dua dekade.

Kecelakaan terjadi saat jet Bombardier CRJ-700, yang dioperasikan oleh PSA Airlines, sedang bersiap mendarat di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada Rabu malam. Pesawat tersebut membawa 60 penumpang dan empat awak.

Helikopter yang terlibat dalam tabrakan membawa tiga tentara dalam penerbangan pelatihan. Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengatakan, kedua pesawat itu mengikuti jalur penerbangan standar dan tidak ada indikasi gangguan komunikasi sebelum kecelakaan.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menyatakan, bahwa laporan awal penyelidikan akan dirilis dalam 30 hari ke depan. Namun, hingga saat ini, tim investigasi belum menemukan perekam data penerbangan atau “kotak hitam” pesawat.

“Kami masih mengumpulkan puing-puing dan menyimpannya di hanggar untuk analisis lebih lanjut,” ujar Ketua NTSB Jennifer Homendy. Menanggapi peristiwa tragis itu, Presiden Donald Trump menuduh kebijakan keberagaman federal sebagai faktor yang mungkin berkontribusi pada kecelakaan ini, meskipun tidak memberikan bukti.

Ia juga menyalahkan pilot helikopter dan pengendali lalu lintas udara atas insiden tersebut. "Kami tidak tahu penyebab kecelakaan ini, tetapi kami punya beberapa ide yang sangat kuat,” kata Trump di Gedung Putih.

Pernyataannya menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia dan politisi Demokrat, yang menuduhnya mempolitisasi tragedi itu. Mantan Menteri Transportasi Pete Buttigieg menyebut klaim Trump “tercela” dan tidak berdasar.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa hanya ada satu pengendali lalu lintas udara yang menangani pesawat dan helikopter pada saat kejadian, sebuah situasi yang dianggap tidak normal tetapi masih dalam batasan standar keselamatan. (sic)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.