x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Korban Tewas Terus Bertambah, Myanmar Umumkan Masa Berkabung Nasional Selama Sepekan

WARTALENTERA-Korban meninggal akibat gempa Myanmar lewati angka 2.000 orang, pemerintah umumkan masa berkabung nasional selama sepekan. "Bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang hingga 6 April sebagai bentuk simpati atas hilangnya nyawa dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat,” kata junta yang berkuasa dalam sebuah pernyataan, melansir Channel News Asia, Selasa (1/4/2025).

Pengumuman tersebut disampaikan saat tempo dan urgensi upaya penyelamatan mulai berkurang di Mandalay, salah satu kota yang paling parah terkena dampak dan kota terbesar kedua di negara itu, dengan lebih dari 1,7 juta penduduk. Bahkan, harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat pun kian memudar.

"Situasinya sangat buruk sehingga sulit untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi," tambah pengurus Masjid Saja Utara di Mandalay, Aung Myint Hussein. Orang-orang berkemah di jalan-jalan di Mandalay untuk malam ketiga berturut-turut, karena tidak dapat kembali ke rumah yang hancur atau karena khawatir akan gempa susulan yang berulang yang mengguncang kota tersebut selama akhir pekan.

Sebagian orang memiliki tenda, tetapi banyak, termasuk anak-anak kecil, hanya tidur di atas selimut di tengah jalan, berusaha menjauh dari bangunan sebisa mungkin karena takut akan runtuhnya tembok. Junta militer melakukan pemutakhiran data korban, kemarin, dan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.056, dengan lebih dari 3.900 orang terluka, serta 270 orang masih hilang.

Sebanyak tiga warga negara Tiongkok termasuk di antara yang tewas, kata media pemerintah Tiongkok, bersama dengan dua orang Prancis, menurut kementerian luar negeri di Paris. Setidaknya 19 kematian telah dikonfirmasi ratusan kilometer jauhnya di ibu kota Thailand, Bangkok, tempat kekuatan gempa menyebabkan blok menara 30 lantai yang sedang dibangun runtuh.

Tak Ada WNI jadi Korban Gempa Myanmar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan, bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana gempa bumi di Myanmar. "Sejauh ini WNI aman. Alhamdulillah baik. Tidak ada yang mengalami luka-luka, apalagi korban jiwa," ujar Suharyanto dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/4/2025).

BNPB memperoleh informasi tersebut dari berbagai pihak sesaat setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025. Namun, dirinya belum dapat memastikan kondisi terkini para WNI yang masih berada di Myanmar pascagempa.

Ia juga enggan memerinci jumlah WNI yang bertahan di sana. "Nanti lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Kementerian Luar Negeri," ucapnya cepat.

Saat ini, BNPB fokus mengirimkan personel BNPB, Basarnas, dan Baznas ke Myanmar untuk membantu proses evakuasi korban. "Hari ini kami melepas tim gelombang kedua, termasuk delapan personel keamanan. Hari ini adalah jumlah terbanyak karena tim EMT juga berangkat, totalnya 53 orang," rincinya.

Selain tenaga medis, Indonesia juga akan mengirimkan dua pesawat Garuda 747-800 yang membawa personel dan delegasi sebanyak 16 orang pada Kamis (3/4/2025) mendatang. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan tahap pertama untuk korban gempa di Myanmar.

Dengan tambahan bantuan ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengirimkan bantuan paling lengkap. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu