x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Arus Balik Lebaran, 15.000 Warga Pendatang Diprediksi Masuk Jakarta

WARTALENTERA-DKI Jakarta bakal kembali kebanjiran warga pendatang usai momen Lebaran, diprediksi capai 15.000 jiwa. Dukcapil atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta memperkirakan, jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan angka tahun lalu.

"Untuk tahun 2025, pendatang baru diprediksi sekitar 10.000 sampai 15.000 jiwa,” ucap Kepala Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin kepada wartawan, dikutip Jumat (4/4/2025).

Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir terjadi penurunan angka warga pendatang ke Ibukota. Pada 2023 saja, jumlah pendatang baru di Jakarta setelah lebaran mencapai 25.931 orang.

Angka ini kemudian turun drastis di tahun 2024 lalu dengan jumlah pendatang tercatat hanya sebanyak 16.207 orang. Ia tidak merinci faktor penurunan warga pendatang tersebut.

Meski demikian, Budi mengingatkan kepada para pendatang untuk tetap melapor dan mengurus dokumen kependudukan agar tidak ada masalah di kemudian hari. "Pastikan identitas kependudukan (KTP) sudah sesuai domisili. Jika belum, segera lakukan pembaharuan agar ke depan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan, agar penduduk pendatang yang bermukim di Jakarta kurang dari satu tahun agar melaporkan diri ke RT/RW setempat.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, meminta para pendatang yang akan masuk Jakarta setelah Lebaran memiliki keluarga yang bisa diandalkan selama mencari pekerjaan. Jika tak memiliki keluarga atau kerabat yang tinggal di Jakarta, dikhawatirkan para pendatang ini akan menjadi gelandangan.

"Memang jangan datang sendirian. Harus bersama keluarga yang diikutin. Nanti dia yang akan memantau, bekerja di mana, ngapain. Jangan jadi beban," kata Khoirudin kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, dikutip Jumat (4/4/2025).

Selain itu, ia juga menekankan para pendatang harus memliki bekal keterampilan atau skill. Menurutnya, jika tidak dibekali keterampilan kerja, maka akan meyulitkan mereka untuk mencari penghasilan di Ibu Kota.

"Paling tidak, barang kali ada keterangan dari kampung, dari kepala desa sekitar, bahwa skill orang ini apa. Sehingga nanti ketika datang ke Jakarta, ketika ada formasi kebutuhan, kita bisa salurkan," sarannya.

Ia juga mengaku setuju terkait kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tak menerapkan operasi yustisi untuk para pendatang pasca-Lebaran. Menurutnya, Jakarta merupakan kota yang terbuka untuk semua.

Terlebih, Jakarta menjadi magnet ekonomi dan pusat pembangunan yang menarik orang untuk mencari peruntungan. "Makanya hak semua orang untuk datang ke Jakarta. Tapi memang juga harus dipastikan orang yang datang ke Jakarta, juga orang yang punya identitas, punya kartu tanda penduduk, yang mau datang ke Jakarta ya persiapkan dulu KTP kampungnya," imbaunya lagi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan, pihaknya tidak menutup diri kepada warga pendatang yang ingin menetap di Jakarta setelah Hari Lebaran.

Namun, Pemprov DKI tetap melakukan pendataan penduduk pasca-Idul Fitri 1446 H khususnya untuk para pendatang.

Mereka harus melaporkan kedatangannya kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya perlu memiliki keluarga atau kerabat warga Jakarta sebagai penjamin.

"Apa yang harus dilakukan adalah menggunakan data Dukcapil. kalau warga masyarakat yang tidak mempunyai KTP, tentunya dia harus ada yang menjamin dia mau pergi kemana,” ujarnya.

Jika ingin bekerja di Jakarta, Pramono berharap para pendatang sudah memiliki bekal keterampilan untuk bekerja. Dengan demikian, mereka bisa dengan mudah mendapat pekerjaan sehingga angka pengangguran di Jakarta tak meningkat.

"Pemerintah Jakarta mengharapkan orang yang datang ke Jakarta bisa capable untuk bekerja dengan baik, karena kita akan membuka job fair, kita akan membuka balai latihan kerja, kita akan mempersiapkan memperbaiki kualitas kerja,” terangnya.

Sebagai informasi, fenomena pendatang dari berbagai daerah yang merantau ke Jakarta setelah Lebaran untuk mengadu nasib seolah sudah menjadi tradisi. Ia pun memastikan, Jakarta terbuka bagi pendatang yang ingin mengadu nasib.

Hanya saja, ada beberapa persyaratan yang diharapkan mampu dipenuhi oleh para pendatang ini. "Bagi para calon pendatang diharapkan memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan, serta memiliki keahlian tetap,” harapnya.

Ia juga berharap, kedatangan warga daerah bisa ikut berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. "Tentunya jika para pendatang memiliki keterampilan dan skill baik, kontribusinya akan bermanfaat untuk mencapai Jakarta menuju kota global dan mewujudkan Indonesia Emas 2025,” tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu