x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Masuk Periode "Sede Vacante", Vatikan Bersiap Konklaf

WARTALENTERA-Vatikan dan umat Katolik seluruh dunia memasuki masa berkabung 9 hari terhitung kemarin, sejak wafatnya Paus Fransiskus, sekaligus berada pada periode "sede vacante", yakni periode ketika Takhta Kepausan kosong hingga terpilihnya Paus baru. Maka itu, selain fokus pada persiapan pemakaman Paus Fransiskus, Vatikan juga bersiap mengumpulkan para Kardinal dari gereja Katolik di berbagai belahan dunia untuk mempersiapkan konklaf (tradisi pemilihan Paus baru).

Salah satu nama yang berpeluang ambil bagian dalam momen bersejarah itu adalah Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dari Indonesia. Ignatius Suharyo adalah Uskup Agung Jakarta dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam hierarki Gereja Katolik Indonesia.

Ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada konsistori 5 Oktober 2019, menjadikannya kardinal ketiga dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia. Lahir pada 9 Juli 1950, Ignatius Suharyo saat ini berusia 74 tahun.

Usianya menjadikan Suharyo memenuhi syarat untuk ikut serta dalam konklaf. Karena menurut aturan Gereja, hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak untuk memilih Paus baru.

Jika memutuskan hadir dalam konklaf, Suharyo akan memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi paus baru. "Semua yang ada di dalam konklaf itu mempunyai hak memilih dan dipilih," kata Suharyo di Gereja Katedral, dikutip Selasa (22/4/2025).

Namun, hingga kini Suharyo belum memutuskan apakah dirinya akan ikut konklaf di Vatikan. Ia masih akan melihat perkembangan lebih lanjut sebelum menentukan keikutsertaannya dalam prosesi pemilihan pengganti paus itu.

"Saya belum pernah ikut konklaf, jadi nanti saya akan melihat apa yang harus saya lakukan," sambungnya. Suharyo, yang menjadi kardinal pada 2019, tidak ikut serta dalam konklaf terakhir 12 tahun lalu.

Konklaf sebelumnya digelar Dewan Kardinal pada 2013 saat Paus Fransiskus menggantikan Paus Benediktus XVI yang mundur dari posisinya.

Mengenal Konklaf

Konklaf adalah proses pemilihan Paus baru oleh para kardinal elektors yang berasal dari seluruh dunia. Mereka akan berkumpul di Kapel Sistina, Vatikan, dalam sebuah pertemuan tertutup yang berlangsung dalam suasana doa dan kerahasiaan tinggi.

Terdapat 252 kardinal di seluruh dunia per 19 Februari 2025, yang juga menjabat sebagai uskup. Hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun yang memenuhi syarat untuk memilih paus baru.

Jumlah dari "kardinal pemilih" ini biasanya dibatasi hingga 120, namun saat ini ada 135 yang dinyatakan memenuhi syarat untuk memilih paus baru. Adapun Paus Fransiskus menunjuk 21 kardinal baru pada Desember 2024 lalu.

Ini adalah proses pemilihan yang telah diikuti, hampir tidak berubah, selama sekitar 800 tahun. Pada hari pertama konklaf, mereka menggelar misa di Basilika Santo Petrus.

Mereka kemudian berkumpul di Kapel Sistina. Di sana, perintah "extra omnes"— bahasa Latin untuk "semua orang keluar"—diberikan.

Sejak saat itu, semua kardinal akan diisolasi di dalam Vatikan hingga paus baru terpilih. Adapun kata "konklaf" berarti "dengan kunci".

Para kardinal memiliki pilihan untuk memberikan suara awal di Kapel Sistina pada hari pertama konklaf. Mulai hari kedua dan seterusnya, mereka mengadakan dua kali pemungutan suara setiap pagi, dan dua kali pemungutan suara setiap sore di kapel, hingga kandidat paus diseleksi menjadi satu.

Dalam pemilihan, tiap kardinal menulis nama kandidat yang dipilih dalam kertas suara di bawah kata-kata "Eligio in Summum Pontificem", yang dalam bahasa Latin berarti "Saya memilih Paus Tertinggi".

Seorang kandidat harus mendapatkan dua pertiga suara dari para kardinal untuk terpilih menjadi Paus.

Rencana Pemakaman Paus Fransiskus

Hari ini, Kardinal dari gereja Katolik di seluruh dunia berkumpul di Vatikan, Roma sehari usai wafatnya Paus Fransiskus, kemarin. Mereka diundang untuk berkumpul di Vatikan pada Selasa (22/4/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, mereka diharapkan untuk menyusun rencana pemakaman Paus Fransiskus. Vatikan mengatakan pihaknya memperkirakan seremoni pemakaman akan berlangsung antara Jumat (25/4/2025) dan Minggu (27/4/2025) mendatang.

Berbeda dengan tradisi, Paus Fransiskus mengonfirmasi dalam surat wasiat terakhirnya yang dirilis pada Senin (21/4/2025) bahwa dirinya ingin dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, bukan di Basilika Santo Petrus yang ada di Vatikan. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu