WARTALENTERA-Industri media di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, usai menghadapi gelombang besar PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi secara masif di berbagai perusahaan, mulai dari televisi hingga media daring. Yang terbaru, PHK massal di Kompas TV.
Fenomena ini disebut-sebut sebagai dampak dari tekanan ekonomi nasional yang turut memengaruhi stabilitas operasional perusahaan media.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, termasuk unggahan akun X @partaisocmed, berikut adalah daftar perusahaan media yang diketahui telah melakukan PHK atau efisiensi karyawan hingga awal tahun 2025:
- Inews
- Kompas TV
- TV One
- CNN Indonesia TV
- Viva.co.id
- Emtek Group
- MNC Group
- TVRI
- RRI (Radio Republik Indonesia)
- ANTV
- Net TV
- Republika
Langkah efisiensi ini menyoroti tekanan yang dihadapi sektor media dalam menghadapi perubahan industri, digitalisasi cepat, dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Di tengah transformasi besar-besaran ini, banyak pekerja media harus menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Melihat fenomena tersebut, Dewan Pers merespons PHK massal yang terjadi di sejumlah media. Dikhawatirkan, hal ini akan mengurangi jurnalis yang berkualitas.
"Tentunya juga akan mengurangi teman-teman yang berkualitas yang selama ini menulis, mengusung kebebasan. Kemudian, punya tanggung jawab sosial kepada publik," kata Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya dalam wawancara bersama Pro3 RRI, dikutip Sabtu (3/5/2025).
Agung menilai, perusahaan media harus memiliki jalan lain selain melakukan PHK karyawannya. Diharapkan, peningkatan efisiensi operasional menjadi tujuan utama daripada mengurangi jumlah karyawan.
Selain itu, ia menyarankan, agar perusahaan bisa membuka ruang dialog yang transparan antara karyawan dengan pihak manajemen perusahaan. Hal ini dilakukan agar para karyawan memiliki pemahaman sama dengan kondisi yang sedang dihadapi.
"Ini bukan situasi yang senang, sedang ditinggalkan, tapi situasi ini sangat tidak kondusif. Maka harus dibuka dialog dengan sangat transparan agar mengurangi beban psikologis karyawan," imbaunya. (sic)
Editor : Sicillia Tan