x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

OJK Dukung BPD dan BPR Sehat Segera IPO Tahun Ini

Editor :

WARTALENTERA-OJK atau Otoritas Jasa Keuangan melihat peluang bagi sektor perbankan, khususnya BPD (Bank Pembangunan Daerah) dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) untuk melaksanakan IPO atau penawaran umum perdana di pasar modal Indonesia masih terbuka lebar, tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, kebutuhan perbankan akan penguatan modal untuk mendukung ekspansi, digitalisasi layanan, dan pengembangan produk keuangan menjadi alasan utama pentingnya pendanaan eksternal.

Meski demikian, Inarno menekankan pentingnya pemenuhan syarat mendasar agar IPO berjalan sukses. Hal ini meliputi perlindungan investor, kesiapan operasional, serta tata kelola perusahaan yang andal.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kondisi ekonomi global yang belum stabil dan fluktuasi pasar menjadi tantangan tersendiri bagi calon emiten. Oleh sebab itu, pemilihan waktu pelaksanaan IPO dan penetapan valuasi saham yang tepat menjadi faktor krusial.

Lebih lanjut, keberhasilan IPO perbankan akan sangat ditentukan oleh transparansi perusahaan, model bisnis yang adaptif, dan strategi jangka panjang yang jelas. Kesiapan internal perusahaan pun tak kalah penting untuk mendapatkan kepercayaan pasar.

"Kami melihat peluang IPO masih cukup besar, tetapi investor saat ini lebih berhati-hati dan selektif dalam mengalokasikan dananya karena kondisi ekonomi global yang tidak menentu," ujar Inarno, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (10/5/2025).

Terkait rencana IPO Bank DKI, ia mengungkapkan, hingga kini belum ada permohonan konsultasi maupun penyampaian dokumen pendaftaran dari Bank DKI. Hal serupa juga berlaku untuk BPR atau BPR Syariah—belum ada pengajuan resmi untuk IPO dari institusi-institusi tersebut.

Sebagai informasi, OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 7 Tahun 2024, yang memungkinkan BPR dan BPRS mencatatkan sahamnya di bursa, asalkan telah memenuhi ketentuan modal inti minimum sebesar Rp80 miliar. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan harapannya agar Bank DKI bisa melakukan IPO paling lambat dalam satu tahun.

Ia menyampaikan optimistis tersebut setelah Bank DKI membagikan dividen sebesar Rp249,31 miliar, atau sekitar 32 persen dari laba bersih tahun buku 2024, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). "Bank DKI masih mencatatkan kinerja positif, termasuk dalam pembagian dividen. Saya optimistis Bank DKI bisa melantai di bursa dalam waktu lima hingga enam bulan, atau paling lambat satu tahun. Karena persyaratan dasarnya sudah terpenuhi," ujar Pramono terkait rencana IPO tersebut. (sic)

Berita Terbaru
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.