WARTALENTERA-Nyaris terperosok, warga Bayah teriak minta Pemda perbaiki jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten. Pada Senin (21/7/2025) lalu, seorang pengendara sepeda motor nyaris terperosok ke sungai saat melewati jembatan gantung penghubung Desa Pasir Gombong dan Desa Cisuren tersebut.
Jembatan tersebut melintasi Sungai Cimadur dan telah lama mengalami kerusakan parah tanpa adanya perbaikan yang memadai. Insiden itu menjadi viral di berbagai platform media sosial setelah videonya diunggah oleh seorang warga, Rabu (23/7/2025) kemarin.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga berjibaku menyelamatkan sepeda motor yang tersangkut pada tali sling penyangga jembatan. Motor tersebut hampir terjungkal ke sungai, menciptakan suasana panik dan dramatis.
Suara warga yang merekam kejadian itu juga terdengar dalam video, menyuarakan keresahan atas kondisi jembatan yang membahayakan.
“Ini jembatan harus diganti, Pak, ini jembatan sudah tidak layak pakai,” ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.
Camat Bayah, Dadan Juanda, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden itu terjadi di wilayah Bayah pada Senin (21/7/2025) siang. “Betul, kejadian itu terjadi di wilayah Bayah, sekitar dua hari yang lalu, tepatnya Senin (21/7/2025),” kata Dadan kepada wartawan, dikutip Kamis (24/7/2025).
Dadan mengungkapkan, jembatan gantung tersebut merupakan jalur alternatif yang biasa digunakan oleh warga dari dua desa, yakni Desa Cisuren dan Desa Pasir Gombong, untuk bepergian ke luar kota. Sayangnya, kondisi jembatan telah rusak sejak lama dan belum mendapat perbaikan menyeluruh.
“Jembatan ini sudah rusak bertahun-tahun. Informasi dari pihak desa, perbaikannya sudah diajukan ke kementerian terkait, tetapi sampai sekarang masih belum selesai,” ujarnya.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengendara motor selamat meski sempat mengalami momen-momen menegangkan di atas jembatan yang nyaris ambruk.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Pengendara selamat. Sebenarnya ada jembatan lain, tetapi karena ini lebih dekat, warga masih memilih lewat sini,” jelas Dadan lagi.
Dadan menegaskan, bahwa pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk segera mencari solusi permanen atas kerusakan jembatan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa. “Terkait masalah ini, ke depan akan diperbaiki atau dibangun kembali. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan provinsi,” janjinya. (sic)


