WARTALENTERA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa proses rekrutmen petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) saat ini didominasi oleh pelamar yang bukan warga Jakarta.
“Jadi Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, memang harus saya akui apa adanya bahwa sekarang ini berbagai pembukaan lowongan itu yang mendaftar banyak sekali. Dan rata-rata bukan warga Jakarta, karena kan KTP-nya dilihat,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (4/8/2025).
Fenomena ini menurut Pramono menjadi bukti bahwa Jakarta memang menjadi kota terbuka yang memberi peluang kepada siapa pun untuk mengadu nasib dan mencari pekerjaan.
Meski pelamar membludak dan mayoritas berasal dari luar DKI, Pramono menegaskan bahwa proses rekrutmen tetap akan dijalankan secara terbuka dan transparan.
“Saya tetap akan menjalankan secara terbuka, walaupun kemudian ini menjadi beban bagi kota Jakarta,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membuka lowongan untuk 1.000 petugas Damkar. Rekrutmen ini dilakukan karena jumlah personel yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan ideal.
Saat ini, Jakarta memiliki sekitar 4.000 personel Damkar, sementara kebutuhan ideal berada di kisaran 10.000 hingga 11.000 personel. Dari total 267 kelurahan, Jakarta baru memiliki 170 pos pemadam kebakaran.
Selain Damkar, Pemprov juga membuka lowongan untuk 1.023 petugas PPSU yang akan disebar di 239 kelurahan. Rekrutmen ini dilakukan untuk mengisi kekosongan akibat faktor usia, pengunduran diri, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Pramono memastikan Pemprov akan tetap memprioritaskan transparansi dalam seleksi dan penempatan petugas, dengan harapan pelayanan publik di Jakarta tetap optimal meskipun dibanjiri pelamar dari luar daerah. (kom)


