WARTALENTERA – Sekitar 422 penumpang pesawat Saudia Airlines rute Jeddah-Jakarta yang mendarat darurat di Kualanamu karena mendapat pesan ancaman bom, akan dipulangkan pagi ini antara pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Para penumpang yang juga merupakan jemaah haji tersebut telah dievakuasi ke hotel agar bisa beristirahat.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan Asri Santosa saat konferensi pers di Bandara Kualanamu, Selasa (17/6/2025). “Estimasi, InsyaAllah mereka dikembalikan besok (pagi ini, Red) kurang lebih jam 08.00 WIB sampai jam 09.00 WIB,” ujarnya.
Asri mengatakan para penumpang itu telah diperiksa, baik oleh tim Brimob maupun imigrasi. Ia jugamemastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman dan sehat.
“Masuk hotel juga sudah clear sama imigrasi, mereka dibawa ke hotel dan mereka harus istirahat. Kondisi Alhamdulillah baik karena didukung oleh dokter-dokter kita, jadi beliau (penumpang) dalam keadaan sehat,” katanya seraya menjelaskan bahwa mayoritas penumpang Saudia Airlines tersebut adalah warga Depok dan Bekasi.
“Jemaah haji itu kebanyakan dari Depok dan Bekasi, akan melanjutkan lagi perjalanan ke Jakarta,” ujarnya.
Menurut Asri, proses pemeriksaan kepada barang bawaan masih dilakukan. Namun, sejauh ini tidak ditemukan adanya bom tersebut.
“Sampai saat ini belum didapatkan ancaman bom tadi. Bayangkan penumpang kita 442, kalau setiap penumpang membawa 3-5 koper maka estimasi akan sampai 2 ribu koper. Sekarang mereka masih bekerja, teman-teman polri masih berada di lapangan, yang sudah clear baru pesawatnya,” ujarnya.
“Ini menyangkut internasional, kita penangannya baik bandara TNI/Polri dan jajaran lain sangat baik sekali, buktinya kita bisa menanggulangi dengan cepat. Jadi, kita berdoa saja semoga tidak ditemukan di barang-barang yang 2.000 tadi, tapi Pak Kapolda dan jajaran sudah yakin bahwa InsyaAllah ini tidak akan terjadi seperti apa yang tidak kita inginkan,” katanya menambahkan.
Asri Santosa membeberkan isi pesan ancaman bom yang ditujukan kepada pesawat Saudia Airlines itu. Pesan ancaman itu berisi bahwa bom akan diledakkan jika pesawat mendarat di Jakarta.
“Di situ ada ancaman bom, dijelaskan bahwa pesawat akan diledakkan ketika nanti landing di Jakarta,” kata Asri.
Pesan itu diterima Kementerian Perhubungan melalui email sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu, pesawat sudah masuk wilayah Indonesia. Pesan itu berbahasa Inggris dan terdeteksi dari Bombay atau Mumbai India.
“Itu dalam bahasa Inggris, orang Bombay, India, detailnya nanti dari Kementerian Perhubungan saja karena yang menerima email adalah dari Kementerian Perhubungan. Jadi, saya tidak berwenang untuk menjawab itu,” ucapnya.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyebut kasus pesan ancaman bom itu ditangani oleh Bareskrim Polri. Saat ini, pesan ancaman itu tengah didalami.
“Terkait dengan proses penyelidikan dari email tersebut, masih didalami oleh Bareskrim. Kami masih akan melakukan pendalaman di Jakarta karena ini informasi yang kita dapat dari luar negeri,” kata Whisnu.
Whisnu mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya bom tersebut di bagian pesawat. Meski begitu, untuk barang bawaan jemaah masih dalam proses pemeriksaan.
“Hasil sementara dari pengecekan Jibom, Kodam, dan Paskhas, saat ini posisi pesawat dinyatakan clear, baik dari kabin maupun barang-barang yang diangkut di pesawat, tapi kami masih melakukan pendalaman terhadap barang bawaan dari para jemaah haji,” terangnya. (inx)


