WARTALENTERA – China diteror penusukan massal. Terbaru, seorang mantan siswa menjadi pelaku penusukan massal di sebuah sekolah vokasi di Wuxi hingga menewaskan delapan orang dan melukai 17 lainnya.
Melansir Reuters, Selasa (19/11/2024), kejadian ini terjadi Sabtu waktu setempat di Sekolah Kejuruan Seni dan Teknologi Wuxi (Wuxi Vocational College) di Yixing, bagian dari kota Wuxi di provinsi timur Jiangsu. Tersangka merupakan seorang pria 21 tahun, ditangkap di tempat kejadian, dan ternyata merupakan mantan siswa sekolah tersebut.
Secara rinci, saksi mata mengatakan sempat melihat para siswa berlarian dengan membawa koper mereka. Tersangka disebut datang saat jam pelajaran masih berlangsung.
Menurutnya, tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua. “Kita benar-benar harus memberikan bimbingan psikologis yang lebih baik kepada kaum muda,” tambahnya.
Sementara itu, seorang profesor Universitas Fudan mengatakan, kasus-kasus balas dendam tanpa pandang bulu terhadap masyarakat di China kini mulai terjadi. Ciri umumnya sama, di mana tersangka merasa kurang beruntung dan memiliki masalah kesehatan mental.
Mereka seperti percaya telah diperlakukan tidak adil dan tak memiliki cara untuk didengar. “Penting untuk membangun jaring pengaman sosial dan mekanisme konseling psikologis,” kata Qu memosting di platform media sosial China, Weibo, dikutip Selasa (19/11/2024).
Sekolah kejuruan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengarahkan lebih banyak anak muda ke pelatihan khusus pekerjaan, bukan ke universitas yang kelebihan peminat, sehingga menyebabkan pengangguran kaum muda meningkat.
Pada Oktober lalu, polisi telah menangkap seorang pria berusia 50 tahun setelah terjadinya penusukan di dekat sekolah dasar yang mencederai lima orang, termasuk tiga anak-anak. Pada September, tiga orang terbunuh dan 15 lainnya cedera karena serangan pisau di sebuah pasar swalayan di luar kota Shanghai.


