WARTALENTERA – Dari 133 Kardinal peserta Conclave, ada lima diantaranya yang dijagokan di dua pasar taruhan. Para peserta Conclave ini memiliki hak memilih dan dipilih sebagai Paus.
Di situs bursa taruhan berbasis kripto Polymarket, total perputaran uang mencapai USD21 juta atau setara Rp346 juta. Sementara di situs judi Kalshi, total uang beredar mencapai USD8 juta (Rp132 miliar) untuk taruhan pemilihan Paus.
Mengutip Forbes, nama Kardinal Pietro Parolin jadi yang paling dijagokan para petaruh di dua situs judi tersebut. Pietro Parolin merupakan Kardinal yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Vatikan, dan merupakan salah satu orang dekat Paus Fransiskus yang memiliki ideologi moderat.
Kardinal kelahiran Italia itu mengantongi peluang sebesar 31 persen di bursa taruhan Polymarket. Sementara di situs judi Kalshi, Parolin mengantongi 32 persen suara.
Di posisi kedua ada nama Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina yang juga ikut sebagai peserta Conclave. Kardinal Tagle mengantongi 20 persen suara di Polymarket, sementara di situs Kalshi, ia memiliki kans menang 21 persen.
Dua nama lain yakni Kardinal Matteo Zuppi dan Pierbattista Pizzaballa dari Italia berada di urutan ketiga (9 persen) dan keempat (8 persen) di Polymarket. Sementara itu, Kardinal Peter Turkson dari Ghana berada di posisi kelima bursa taruhan Polymarket.
Kardinal dari Hungaria Peter Erdo berada di posisi kelima juga di situs Kalshi dengan peluang 7 persen. Malam ini merupakan skrutini atau pemungutan suara ketiga untuk memilih Paus baru setelah dua kali cerobong asap di Kapel Sistina mengeluarkan asap hitam yang berarti belum ada Paus terpilih. (inx)


