WARTALENTERA-Polisi temukan pabrik pupuk palsu, produksi 400 ton sebulan. Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar operasi pabrik pupuk palsu di Kabupaten Boyolali, dengan kapasitas produksi pabrik tersebut antara 260 hingga 400 ton per bulan.
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Arif Budiman mengungkapkan, bulan lalu Satgas Pangan Polda Jateng memperoleh informasi soal beredarnya pupuk Enviro di Desa Gilirejo, Miri, Kabupaten Sragen. Kualitas pupuk tersebut dilaporkan jauh di bawah standar. Setelah dilakukan penyelidikan, pupuk merk Enviro tersebut diketahui diproduksi CV Sayap ECP yang beralamat di Kabupaten Karanganyar.
Selain Enviro, CV Sayap ECP juga memproduksi pupuk bermerek Spartan. “Hasil pendalaman, pemeriksaan dan verifikasi keterangan petani, ketemu asal muasal pupuk palsu ini, lokasi pabriknya di Boyolali,” kata Kombes Pol Arif Budiman kepada wartawan, dikutip Sabtu (12/7/2025).
Arif mengungkapkan, timnya selanjutnya menggeledah pabrk dan gudang CV Sayap ECP di Boyolali. Dari penggeledahan, ditemukan berbagai merek pupuk, antara lain Enviro NKCL, ENVIRO Phospat Super, Spartan NPK, Spartan NKCL, dan Spartan SP-36.
Sampel dari pupuk-pupuk tersebut kemudian diuji di laboratorium Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Balai Penerapan Standard Instrumen Jawa Tengah. “Uji itu untuk mengetahui komposisi dalam pupuk, dan diperoleh hasil komposisinya jauh di bawah komposisi yang ditentukan. Dan kita langsung lakukan penghentian produksi,” ujar Arif.
Respons Mentan
Menanggapi adanya peredaran pupuk palsu di masyarakat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya menemukan lima jenis pupuk palsu yang beredar di pasaran, sehingga menyebabkan potensi kerugian petani mencapai Rp3,2 triliun secara nasional. Ia menyebut, pupuk palsu tersebut sangat merugikan petani, karena sebagian besar menggunakan dana pinjaman program kredit usaha rakyat (KUR), sehingga jika gagal panen, maka mereka bisa bangkrut akibat ulah pelaku kejahatan pupuk tersebut.
“Bayangkan, kalau pupuknya palsu, itu kerugian petani, baru kita temukan di lima (jenis) pupuk palsu (potensi kerugian petani) Rp3,2 triliun. Tapi, ini bukan Rp3,2 triliunnya, petaninya langsung bangkrut, ini pinjaman, pinjaman KUR,” ujar Mentan, dikutip Sabtu (12/7/2025).
Meskipun belum menjelaskan secara rinci jenis pupuk yang ditemukan, Mentan menegaskan akan menindak tegas pelaku pemalsuan sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak memberi toleransi. Ia menyayangkan, masih adanya pihak-pihak yang tega menipu petani dengan menjual pupuk palsu, menyebut tindakan itu tidak etis dan harus segera dihentikan peredaran dan produksinya.
Selama memimpin Kementerian Pertanian, Amran menegaskan fokus utamanya adalah memajukan sektor pertanian agar petani semakin sejahtera dan tidak terus-menerus menjadi korban permainan tidak bertanggung jawab. “Ini tegak, ini kita harus bereskan. Selama kami di pertanian, kami fokus, kami betul-betul ingin pertanian Indonesia berjaya,” tegasnya.
Amran juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin ketahanan pangan nasional terus diperkuat lewat swasembada pangan. “Kami ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” tutupnya. (sic)


