warta lentera great work
spot_img

Tekan 30-60 Persen Intensitas Hujan, Modifikasi Cuaca BNPB Dinilai Berhasil

Sebanyak 16 ton garam dicampur kalsium oksida ditabur dari langit.

WARTALENTERA-Tekan 30-60 persen intensitas hujan, modifikasi cuaca BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dinilai berhasil. Dalam kurun waktu empat hari, telah ditaburkan bahan semai ke angkasa sebanyak total 16 ton melalui 18 sorti penerbangan.

Bahan semai tersebut meliputi 12,4 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 3,6 ton Kalsium Oksida (CaO). Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan langkah ini merupakan respons darurat pemerintah setelah sebelumnya pada Minggu (6/7/2025) hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah barat Pulau Jawa dan menyebabkan beberapa bencana banjir di sejumlah lokasi.

“OMC (Operasi Modifikasi Cuaca, Red) bertujuan untuk mengurangi hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan masih akan turun pada dasarian pertama Juli 2025,” ucap Abdul di Jakarta, dikutip Sabtu (12/7/2025). Ia menambahkan, dua unit pesawat Caravan dengan registrasi PK-DPI dan PK-SNL yang disiagakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta bergantian menebarkan bahan semai di atas langit Pesisir Utara dan Pesisir Selatan Jawa Barat selama 24 jam secara berkala.

Wilayah penaburan bahan semai diprioritaskan di wilayah perairan utara Karawang, Bekasi, Indramayu, dan sekitarnya termasuk wilayah yang menjadi hulu sungai yang berhilir di daerah rawan bencana banjir Jabodetabek. Secara teknis, dua pesawat berkapasitas maksimal satu ton bahan semai itu mengangkut dan menaburkan NaCl sebagai bahan kimia serupa garam yang dapat membantu proses kondensasi awan dan memicu turunnya hujan.

“Sejak empat hari dilaksanakannya OMC, satgas gabungan OMC Jabodetabek mencatat penurunan intensitas hujan yang signifikan antara 30-60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Bahkan dalam dua hari ini cuaca Jakarta dalam kondisi terik tanpa hujan,” imbuhnya.

Abdul menambahkan, berdasarkan pantauan prakiraan cuaca pada dua hari kebelakang, tren potensi hujan yang terjadi di wilayah Jawa bagian barat cenderung mengalami penurunan. Kendati demikian, hari ini, pantauan BMKG mencatat beberapa gelombang yang kembali aktif dan berpotensi berdampak signifikan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Potensi risiko cuaca ekstrem juga terpantau untuk wilayah Indonesia bagian timur. Terdapat peningkatan aktivitas gelombang atmosfer yang memicu curah hujan yang tinggi. BNPB dan BMKG akan melakukan evaluasi bersama untuk menentukan kebutuhan perpanjangan masa OMC,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi di musim kemarau basah ini. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular