WARTALENTERA-Potensi gelombang tinggi di 15 wilayah perairan Indonesia, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) beri peringatan dini. BMKG memperkirakan, potensi gelombang setinggi empat meter, dimulai Kamis (10/7/2025) hari ini, sekitar pukul 07.00.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah utara yang bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari tenggara hingga timur dengan kecepatan 8–25 knot.
Wilayah dengan kecepatan angin tertinggi tercatat di Laut Natuna utara, Laut Jawa, dan Laut Arafuru. Berikut 15 wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter:
– Samudra Hindia barat Aceh
– Samudra Hindia selatan Banten
– Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
– Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
– Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
– Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
– Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
– Samudra Pasifik utara Papua
– Samudra Hindia barat Lampung
– Samudra Hindia selatan Jawa Barat
– Selat Malaka bagian utara
– Samudra Hindia selatan Jawa Timur
– Samudra Hindia selatan Bali
– Samudra Hindia barat Nusa Tenggara Barat (NTB)
– Samudra Hindia barat Bengkulu
“Kami mengimbau, nelayan dan yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi gelombang tinggi ini dapat membahayakan aktivitas di laut dan keselamatan pelayaran,” tulis pernyataan resmi BMKG, Kamis (10/7/2025).
Wisatawan Diminta Waspada
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta wisatawan tetap mewaspadai potensi gelombang tinggi saat menghabiskan waktu libur sekolah di pantai selatan Sumatera, selatan Jawa, hingga selatan Bali. Wisatawan diminta tetap mengecek berkala prakiraan cuaca dan kondisi gelombang sebelum berlibur ke pantai.
“Berwisata di darat, di pegunungan ada potensi longsor di dataran banjir. Tapi banyak yang senang berwisata di pantai, berarti harus ada cek prakiraan cuaca dan kondisi gelombang. Ini juga bisa diprediksi gelombangnya,” ulasnya.
Menurut Dwikorita, pantai di bagian selatan Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali saat ini warnanya oranye. “Menunjukkan tinggi gelombang 2,5-3 meter sehingga kita bisa mengukur. Semakin ke timur, tinggi gelombang semakin turun,” imbuhnya.
Dwikorita menambahkan, bahwa kondisi gelombang Laut Jawa atau Pulau Jawa bagian utara relatif rendah. Namun, dia meminta agar tetap waspada potensi banjir rob.
“Kalau di Laut Jawa menunjukkan warna biru, artinya rendah 0,5 meter. Kalau berwisata di Laut Jawa masih oke,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mempersilakan masyarakat yang hendak berwisata seperti ke pantai Pelabuhan Ratu, Parangtritis, Pangandaran, dan lainnya tetap berhati-hati potensi gelombang tinggi. Dia meminta masyarakat dapat mengakses website INA-WIS untuk mengetahui kondisi gelombang di pantai.
“Boleh, silakan, tetapi hati-hati ketika memilih berwisata ke pantai. Seperti wisata di Pelabuhan Ratu, Parangtritis, dan lainnya. Cek INA-WIS BMKG.go.id silakan untuk yang hendak berwisata ke pantai maupun berlayar,” imbaunya. (sic)


