WARTALENTERA-PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) ungkap fakta mengejutkan, sebanyak 571.410 orang penerima bansos (bantuan sosial) terindikasi main judol (judi online). Ketua Tim Humas PPATK M Natsir mengatakan, berdasarkan data PPATK tahun 2024, terdapat 28,4 juta nomor induk kependudukan (NIK) yang menerima bansos, lalu ada 9,7 juta NIK yang terindikasi bermain judol.
Lebih dari 500.000 penerima bansos ‘merangkap’ bermain money game ini adalah bagian dari 9,7 masyarakat yang terlibat judol pada 2024. Masih dari data yang sama, total deposit permainan judol berkisar Rp957 miliar atau hampir Rp1 triliun, dengan transasksi judol mereka yang PPATK rekam tercatat 7,5 juta kali.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, akan menghentikan penyaluran bansos bagi penerima yang terbukti menggunakan rekeningnya untuk judol (judi online). Ia menekankan, bansos hanya untuk mereka yang benar-benar berhak dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
“Kalau terbukti dipakai untuk judi online, bisa jadi tidak berhak lagi menerima bansos,” tegas Gus Ipul, Rabu (9/7/2025). Ia menambahkan, Kemensos sudah berkoordinasi dengan PPATK untuk mendalami rekening penerima bansos yang terdaftar lebih dari 10 hingga 15 tahun.
Temuan PPATK itu akan menjadi bahan evaluasi dalam penyaluran bansos selanjutnya. Gus Ipul menyatakan telah membuka partisipasi masyarakat untuk ikut mengoreksi penyalahgunaan bansos dengan melaporkan lewat jalur formal atau melalui aplikasi dan call center.
Berdasarkan laporan tersebut, pihak Kemensos pun dapat mengecek ke lapangan untuk mengolah, memverifikasi, dan memvalidasi data. Hal ini juga dapat dijadikan bahan evaluasi bagi keberlanjutan kontrak kerja pendampingnya.
Dalam kasus tersebut, peran pendamping ikut bertanggung jawab dalam penyalahgunaan bansos sehingga jika penerima bansos terlibat judol, identitas pendampingnya bakal diketahui.
Dengan kasus penerima bansos yang menyalahgunakan dana untuk judol harus menjadi bahan evaluasi dan validasi data Kemensos. (sic)


