WARTALENTERA-Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party/PPP), partai berkuasa di Korea Selatan, secara mengejutkan mengganti calon presidennya dari Kim Moon-soo ke mantan Perdana Menteri Han Duck-soo, seperti dilaporkan oleh kantor berita Yonhap pada Sabtu (10/5/2025).
Langkah drastis ini diambil setelah pertemuan penting antara Han dan pengurus PPP yang sebelumnya telah mengusung Kim sebagai kandidat dalam pemilu presiden mendadak yang akan digelar pada 3 Juni mendatang.
Pengurus PPP disebut mengadakan rapat darurat untuk memulai proses pembatalan pencalonan Kim. Keputusan resmi terkait perubahan ini dijadwalkan diumumkan secara publik pada Ahad.
Menanggapi pencopotan dirinya sebagai capres, Kim Moon-soo mengecam keras keputusan partai. Ia menyebutnya sebagai “kudeta politik tengah malam” dan mengecam tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi.
“Sebuah kudeta politik terjadi di tengah malam. Tindakan anti-demokratis ini belum pernah terjadi sebelumnya, tidak hanya dalam sejarah konstitusi Korea Selatan, tetapi juga dalam sejarah dunia,” kata Kim.
Kim juga telah mengajukan gugatan darurat ke pengadilan di Seoul untuk menghentikan proses pencopotannya dan menegaskan bahwa ia akan menempuh jalur hukum dan politik untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
“Saya akan meminta pertanggungjawaban hukum dan politik kepada mereka yang bertanggung jawab atas situasi ini,” tambahnya.
Pemilihan presiden mendadak ini terjadi setelah Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mencopot Presiden Yoon Suk Yeol dari jabatannya. Kejadian ini mengguncang dinamika politik dalam negeri.
Sementara itu, jajak pendapat terbaru dari harian JoongAng Ilbo menunjukkan kandidat Partai Demokrat, Lee Jae-myung, masih memimpin dengan 47 persen dukungan, disusul oleh Han Duck-soo dengan 23 persen, Kim Moon-soo 13 persen, dan Lee Jun-seok dari Partai Reformasi dengan 4 persen.


