WARTALENTERA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya angka kepuasan publik terhadap kinerja selama menjabat. Ia menyebut hasil tersebut sebagai dorongan sekaligus referensi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ke depan.
“Saya bersyukur. Saya adalah orang yang menjadikan survei sebagai referensi (untuk meningkatkan diri). Tapi di survei itu dikatakan citranya tinggi banget. Ini bagi saya sudah bagus banget,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).
Hasil Survei Litbang Kompas: 71,3 Persen Responden Puas
Berdasarkan survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 10–14 Juni 2025 terhadap 400 responden di Jakarta, 64,5 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pramono dalam empat bulan pertama masa jabatannya. Rinciannya, 7,5 persen sangat puas dan 57 persen puas.
Sementara itu, 30,1 persen responden mengaku tidak puas atau sangat tidak puas, dan sisanya 5,4–5,5 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Jika dijumlahkan, angka total kepuasan mencapai 71,3 persen.
Enggan Eksis di Media Sosial, Pramono Pilih Fokus Kerja
Meski hasil survei menunjukkan tren positif, Pramono menilai angka tersebut bisa lebih tinggi apabila dirinya lebih aktif di media sosial. Namun, ia mengaku tidak tertarik menampilkan aktivitas kesehariannya di media sosial, karena lebih memilih bekerja secara nyata tanpa perlu disorot kamera. “Saya bukan orang yang (senang) terlalu banyak tampil di media sosial. Saya lebih senang kerja nyata,” katanya.
Respons terhadap Kritik Publik
Selain kepuasan, survei juga mencatat beragam kritik dari masyarakat. Sebanyak 12,2 persen responden menilai Pramono kurang turun ke masyarakat, 7,1 persen menganggap kinerjanya belum terlihat, dan 5,1 persen menyebut kurang cepat tanggap.
Ada pula 4,7 persen yang menilai belum ada solusi signifikan terhadap masalah macet dan banjir, serta 3,9 persen yang menyebut banyak program belum terlaksana. Sementara itu, 14 persen responden memberikan jawaban lainnya, dan 45,6 persen tidak tahu.
Menanggapi hal tersebut, Pramono mengatakan bahwa tidak semua aktivitas lapangan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat. “Ya nggak apa-apa, karena masyarakat tidak semuanya bisa lihat, seperti hari ini. Hari ini saja turun tiga tempat. RSUD Kalideres, GOR Cenderawasih, nanti ke Serengseng, bahkan juga pasti ada yang kegiatan tertutup yang saya lakukan,” tutupnya. (kom)


